Home » Citizen Reporter

Memori Indah KKN

KULIAH Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu program perguruan tinggi yang selalu menarik untuk dibicarakan. Selain sebagai bentuk nyata pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat, KKN juga selalu berhasil menciptakan kesan mendalam bagi pesertanya.

Bagaimana tidak, selama 30 puluh hari, baik pagi, siang, maupun malam, mereka
selalu bersama dalam naungan kebersamaan dan kekeluargaan. Berbagai suka-duka yang
turut hadir menyelip, dianggap sebagai pelengkap rasa, yang suatu saat nanti bisa menghentakkan kembali memori-memori indah dalam ingatan.

Tak hanya itu, demi memberikan yang terbaik bagi masyarakat desa, masing-masing kelompok berlomba-lomba menyajikan program yang menarik, bermanfaat, dan tepat guna. Sebagai contoh, kegiatan coaching clinic, yang dilakukan kelompok 12 KKN-T Universitas Muhammadiyah Malang, di Dusun Suko Anyar, Desa Mendalanwangi,
Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Coaching clinic merupakan sebuah program pendidikan dan pelatihan sepak bola bagi anak-anak desa, usia 7 s/d 17 tahun. Kegiatan itu untuk memperoleh bibit-bibit unggul yang berpotensi dalam bidang persepakbolaan, sehingga regenerasi pun tetap berjalan. Apalagi, sepak bola merupakan olahraga yang digemari berbagai kalangan.

Sayangnya, di Indonesia sendiri kondisi persepakbolaannya masih sangat memprihatinkan. Berbagai permasalahan turut mengganjal sepak terjang dunia yang bertaburansupporter tersebut. Seperti, keterbatasan dana, kebrutalan supporter, serta kekosongan regenarasi pemain. Padahal, jika segala permasalahan tersebut bisa terselesaikan, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi negara raksasa di bidang persepakbolaan.

Sebenarnya, anak-anak, khususnya yang bertempat tinggal di Dusun Suko Anyar, Desa Mendalanwangi, sangat antusias bermain sepak bola. Sayangnya, selama ini belum ada satu organisasi maupun club persepakbolaan yang mewadahi kegemaran mereka. Potensi yang seharusnya bisa dikembangkan, terpaksa harus mandeg di tengah jalan hanya karena ketiadaan fasilitas.

Karena itulah, untuk jangka panjangnya, kelompok 12 KKN-T Universitas Muhammadiyah Malang, bekerjasama dengan salah seorang pelatih handal untuk memberikan pelatihan continue dan melakukan perekrutan generasi muda berbakat ke sebuah Sekolah Akademi Sepak Bola. Jadi, mereka bisa lebih mematangkan kembali bakat awal yang telah ada dalam diri masing-masing.

Bagaimanapun juga, sejak dini Indonesia harus mulai menggali segala bakat yang ada di masyarakat, baik dalam hal akademik maupun nonakademik. Hal itulah yang bisa menyelamatkan bangsa ini di masa depan. Apalagi, semakin lama persaingan antarnegara semakin sulit dan ketat. Negara mana yang kreatif, dialah yang akan tetap bertahan, di tengah terjangan persaingan global.

Oleh Tis’atul Zahro
Kelompok 12 KKN-T UMM
orenz_tiz@yahoo.com

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "