Home » Berita Terkini

Jelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok di Jatim Naik

SURABAYA | SURYA Online - Menjelang masuknya bulan suci Ramadan 1430 Hijriah, harga komoditas bahan pokok di Jawa Timur (Jatim), diperkirakan naik antara 5 persen dan 10 persen.

“Kenaikan itu dinilai wajar. Apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga komoditas itu bisa mencapai 20 persen,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Jatim, Arifin T Hariadi, di Surabaya, Kamis (30/7).

Menurut Arifin, kenaikan tertinggi ada pada produk agro, misalnya sayuran, tomat, cabai keriting, wortel, dan buncis. Untuk kelompok beras dan gula naiknya relatif kecil, sekitar 5 persen. “Kenaikan harga itu akan terjadi setiap menjelang momen tertentu, seiring peningkatan konsumsi,” katanya menjelaskan.

Padahal, lanjut Arifin, stoknya cukup memadai sampai akhir tahun ini dan sarana angkutan pun lancar, baik angkutan udara, laut, maupun darat. “Insya Allah, tidak ada hambatan angkutan dan tidak ada bencana alam yang bisa menghambat pendistribusian komoditas itu,” katanya.

Arifin juga mengatakan, stok untuk beras dan gula masih terlihat cukup hingga akhir tahun ini. “Bahkan, telur, daging sapi, ayam, dan tepung terigu juga serupa,” katanya.

Menyinggung produksi beras Jatim tahun ini, Arifin mengatakan, mengalami surplus 4.000.000 ton. Sementara stok gula stok yang ada di gudang mencapai 600 ribu ton. Apalagi pada Lebaran mendatang berada pada musim giling, dia yakin stok gula dipastikan cukup.

Untuk pendistribusian liquified petroleum gas (elpiji) tidak ada masalah. Saat Lebaran mendatang, kata dia, 38 stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE) sudah selesai, dan setiap kabupaten/kota sudah ada SPBE. “Begitu pula, pasokan bensin dan solar cukup,” katanya.

Dari rapat koordinasi dengan Pertamina, tambah Arifin, perusahaan angkutan barang, angkutan penumpang, kapal laut, dan Angkutan Sungai Danau dan Pelabuhan (ASDP), semuanya menyatakan tidak ada masalah.
“Pertamina menjamin pasokan bahan bakar minyak (BBM) cukup,” katanya. ant

Editor : Sugeng Wibowo

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "