David Dianggap Bunuh Diri, Keluarga Kecewa Deplu

JAKARTA - SURYA - David Hartanto Widjaya, mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Nanyang Technological University (NTU), dinyatakan telah melakukan bunuh diri oleh Pengadilan Koroner Singapura.
Putusan yang dijatuhkan Rabu (29/7) ini membuat kecewa keluarga David yang masih yakin bahwa pria cerdas itu dibunuh. Karena itu Hartono Widjaja, ayah David, menyesalkan putusan pengadilan itu. “Ya memang sangat menyesalkan,” kata Hartono yang hadir dalam sidang putusan itu.

Hartono juga menyesalkan Deplu RI yang tidak memberikan bantuan hukum kepada keluarga korban. “Warganya ada di negeri orang mengalami masalah tidak mendapatkan bantuan hukum. Sama sekali tidak diladeni, tutup mata, tutup kuping,” cetusnya.

Selain itu, “submission” atau materi keberatan dan tanggapan hukum yang diajukan pihak keluarga David dibantah oleh jaksa negeri jiran itu.
Sementara itu, pengacara keluarga David, Sashi Nathan, menyatakan tidak membantah putusan tersebut sedangkan putusan itu sendiri dinyatakan sebagai tidak open verdict yang berarti David dinyatakan bunuh diri sehingga kasus tersebut tidak bisa dibawa ke pengadilan kriminal.

Iwan Piliang, Ketua Tim Verifikasi Independen Kasus David, mengatakan tidak seharusnya pengadilan memutuskan David bunuh diri. “Perlu intervensi pemerintah (Indonesia),” kata Ketua Tim Verifikasi Independen Kasus David, Iwan Piliang, melalui SMS, Rabu (29/7).

Menurut Iwan, pengadilan koroner mengabaikan hasil otopsi jenazah David yang menemukan 36 luka, 14 di antaranya luka oleh pisau, umumnya di bagian tangan, sisanya luka memar, termasuk bagian leher, luka dalam. David ditemukan tewas dengan tubuh penuh luka di NTU pada 2 Maret 2009.

Keluarga David sebenarnya ingin menggunakan pengacara Singapura agar pengadilan koroner bisa mengolah kasus itu menjadi open verdict, artinya dapat diteruskan ke penyelidikan kriminal. Dengan begitu, masih mungkin dicari pembunuh David. Namun, jasa pengacara Singapura membutuhkan biaya sangat mahal, karena itu keluarga David getol menggalang dana.ant/dtc

Dibaca: 170 kali

  • Editor : jps

Komentar anda

  1. ezzuhadka Kamis, 30 Juli 2009 - 17:13:55

    percaya atau tidak pemerintah g’kan berbuat tuk merespon lebih lanjut

Kirim Komentar