Surabaya-Surya- Wali Kota Surabaya Bambang DH masih menutup rapat identitas pengusaha asal Jakarta yang berminat membeli Persebaya. Langkah preventif itu dilakukan Bambang, karena antara pengusaha tersebut dengan pengurus tim berjuluk Bajul Ijo itu belum ada kesepakatan.
Alasan lain, sepertinya Bambang tidak ingin pengalaman Arif Afandi tahun lalu ketika menjadi Manajer Persebaya, terulang dan menimpa dirinya. Saat itu Arif sempat dikecam klub internal Persebaya, karena beredar kabar Persebaya akan dibeli pengusaha asal Jakarta yang juga bos Medco, Arifin Panigoro.
Saking rapatnya Bambang menyembunyikan nama pengusaha tersebut, Ketua Umum Persebaya, Saleh Ismail Mukadar pun mengaku juga tidak tahu. Padahal, hubungan Saleh dengan Bambang cukup dekat. Saleh hanya mengetahui ada pengusaha Jakarta yang tertarik membeli Persebaya. Informasi itu didapat Saleh, setelah dia ditelepon Bambang DH. “Ada dua investor yang tertarik Persebaya. Pak Bambang menyampaikan hal itu ke saya,” aku Saleh menjawab Surya, Rabu (29/7).
Saleh yang juga Manajer Persebaya ini menambahkan sampai kemarin belum ada pembicaraan dengan calon investor tersebut. “Namanya siapa, kemudian perusahaan apa, saya belum tahu,” tutur Saleh.
Ditanya apakah Persebaya bakal menerima investor yang masih misterius tersebut jika serius membelinya, Saleh belum bisa memberi jawaban. Mantan ketua umum KONI Surabaya ini mengatakan masih menunggu pembicaraan dengan calon investor dari Jakarta yang nanti bakal dimediatori Bambang DH. “Kita pertimbangkan dulu. Kita juga masih melihat hasil pembicaraan nanti bagaimana,” tutur Ketua Komisi E DPRD Jatim ini.
Seperti beritakan, ada pengusaha asal Jakarta tertarik membeli Persebaya. Seandainya keinginan membeli Persebaya tersebut terwujud, pengusaha itu menjamin Persebaya tetap ber-home base di Surabaya. Rencananya, pengusaha ini siap melakukan pembicaraan dengan kubu Persebaya, awal Agustus nanti.
Sementara beberapa pejabat Pemkot Surabaya yang ditanya nama pengusaha Jakarta yang tertarik membeli Persebaya juga tidak tahu apa-apa. “Nek aku iki yo gak kelas e tahu masalah itu. Yang tahu ya kelasnya Pak Bambang dan pengurus Persebaya,” ujar Purwito, Kabag Keuangan Pemkot Surabaya saat ditemui Surya, Rabu (29/7).
Menurut Purwito kaitannya dengan Persebaya ini dia hanya tahu, Bajul Ijo bisa didanai APBD. Hal ini berdasarkan konsultasi dengan Dirjen Bina Administrasi dan Keuangan Daerah (BAKD) Depdagri belum lama ini. Dalam konsultasi itu Purwito diajak Bambang bersama beberapa pengurus Persebaya. Namun hasil konsultasi ini tidak bisa langsung diwujudkan karena Pemkot Surabaya masih menunggu surat tertulis dari Mendagri yang membolehkan dana APBD untuk Persebaya.
“Saat ini saya kontak-kontak terus (Depdagri). Kalau memang oke ya saya ambil suratnya. Jadi anggarannya bisa dimasukkan di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan),” jelasnya.
Jika jadi dianggarkan, nantinya anggaran Persebaya ini masuk dalam pos anggaran KONI Surabaya. Karena itu harus ada pengajuan dari KONI juga.
Di tempat terpisah, Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Ahmad Jabir mengatakan, tidak setuju dengan rencana pengucuran dana APBD untuk Persebaya. Jabir lebih sepakat jika Persebaya diberi kesempatan untuk profesional dengan mencari anggaran sendiri, dibandingkan mendapat suntikan dana dari pemkot.
“Saya lebih setuju jika Persebaya diberi kesempatan mencari investor daripada dikucuri dana,” kata Jabir.
Menurut Jabir, pemberian dana APBD ini malah membuat Persebaya tidak profesional. Karena itu meskipun hal ini tidak bertentangan secara hukum dan sudah mendapat legalitas Depdagri, belum tentu akan mendapat persetujuan dewan. “Saya rasa masyarakat kota Surabaya mau mengerti keputusan ini,” tegasnya. uus/fat
Editor : jps