KEDUNGKANDANG - SURYA - Maksud baik sang mertua menasehati menantu untuk merubah sikapnya justru ditanggapi berbeda. Sang menantu kalap. BUG! Pukulan keras membuat sang ibu mertua KO dan jatuh pingsan.
Muhammad Romli, 28 alias Umbi akhirnya harus membayar tindakan tidak terpujinya itu dengan mendekam di ruang tahanan Polsekta Kedungkandang sejak 22 Juli kemarin.
Kenekatan untuk menganiaya ibu mertuanya sendiri, Siami, 40, berawal saat Romli pulang ke rumah, Jl Muharto, Kotalama, Kedungkandang, dalam kondisi mabuk berat. Romli yang sehari-hari bekerja sebagai loper koran usai pesta miras bersama temannya di sekitar rumahnya. Dalam kondisi tidak sadar 100 persen, Romli nekat meminta uang kepada mertuanya. Karena sudah kerap dimintai uang untuk alasan yang tidak jelas, Siami menolak.
Siami juga menasehati sang menantu untuk mengubah sikap, dan lebih memperhatikan istri dengan bekerja lebih giat dan meninggalkan kebiasaan mabuk.
Tidak diberi uang dan justru dinasehati membuat Romli naik pitam. Pria yang pernah masuk penjara dalam kasus judi 2003 lalu langsung melayangkan pukulan.
Siami terjengkang dan pingsan. Kepalanya terluka karena terantuk tanah.
Akibat perlakuan buruk itu, Siami dan keluarga yang lain sepakat melaporkan hal ini ke polisi. Mereka khawatir, tingkah laku Romli makin menjadi-jadi usai kejadian tersebut. Polisi pun menangkap Romli yang saat itu ada di rumahnya.
“Saya minta uang Rp 50.000, tapi tidak dikasih. Tapi saya tidak terlalu sadar kalau saya ternyata memukul ibu saya itu. Saya mabuk berat,” kata Romli, Jumat (24/7).
Efek lima botol miras yang ditenggaknya sepertinya masih belum 100 persen hilang meski hal itu sudah dilakukan tiga hari lalu.why
Dibaca: 155 kali