Batu-Surya-Petani jagung di Torongrejo dan Pandanrejo Kota Batu pusing karena ada hama jagung “bule” yang menyerang tanaman mereka sejak umur 20 hari usai penanaman. Akibatnya jangung tak bisa berbuah sedangkan daun dipenuhi dengan hama kecil berwarna putih yang memadati permukaan daun jagung. Jagung yang terserang tak bisa lagi menghasilkan tongkol sehingga panen terancam gagal.
Dalam setiap lahan petani di Dusun Pandanrejo, Desa Pandanrejo Kecamatan Buamiaji, 40-50 persen jagung terkena serangan jangung bule. Obat-obatan sejenis pestisida yang disemprotkan petani ke jagung yang terkena serangan jagung bule tak mampu mengembalikan warna daun hijau seperti semula. “Saya sudah menghabiskan tiga tangki pestisida tetapi tak membuahkan hasil. Semakin saya biarkan bertambah besar, seluruh permukaan daunnya memutih dengan alur memanjang,” ungkap Mislan, petani jagung di Dusun Pandanrejo Kecamatan Bumiaji, Kamis (2/7).
Tak hanya daunnya saja yang memutih, tetapi disekitar daun juga muncul hama berupa ulat cabuk sangat kecil berwana putih. Untungnya, serbuan hama jagung bule itu tak menular ke tanaman jagung yang ada di sampingnya. “Padahal benih yang kami beli benih yang cukup mahal yakni Rp 65.000 per 250 gramnya. Dan anehnya, hanya jagung manis saja yang diserang sementara jenis jagung lain tak masalah,” sela Samian dan Dhaim yang juga tetangga lahan Mislan.
Hal yang sama juga dikeluhkan oleh sejumlah petani jagung manis di Torongrejo Kecamatan Junrejo dan serangan hama bule ini pun sudah dilaporkan ke Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) setempat. Satu-satunya solusi yang diberikan PPL hanyalah mencabut jagung yang terserang itu agar tak memakan unsure hara terlalu banyak dan tak menular ke tanamanan yang sehat. “Kami akan mengecek langsung kelapangan nantinya. Namun hingga kini belum ada laporan tertulis dari PPL,” ungkap Himpun, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Batu.
Menurut analisis sementara Himpun, serangan jagung bule ditengarahi karena pergantian suhu yang cukup ekstrim sehingga membuat pertumbuhan jamur di dalam tanah lebih cepat. Faktor benih juga patut dicurigai, karena bisa jadi benih yang tak steril menjadi memicu munculnya penyakit baru. “Namun penyebab pastinya, baru akan diketahui setelah kami mengambil sample kelapangan nantinya,” tandasnya.st11
Dibaca: 439 kali