Home » Nasional & Politik

WNA Wajib Masker 3 Hari, Turis Akali Dengan Antibiotik

JAKARTA-SURYA -Warga negara asing (WNA) diwajibkan menggunakan masker selama tiga hari pertama tiba di Indonesia. Langkah ini diambil karena virus flu babi atau swine influenza (H1N1) dipastikan telah masuk ke Indonesia.

Sejauh ini di Indonesia terdapat delapan orang diduga mengidap virus yang dapat bermutasi dan menular antarmanusia itu. Virus ini masuk bersamaan dengan kedatangan orang asing dari luar negeri.
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, usai Rapat Koordinasi Menteri di kantor Menkokesra, Jakarta, Senin (29/6), mengatakan kewajiban mengenakan masker atau alat saring pernapasan guna mengantisipasi penyebaran virus H1N1.

“Tindakan-tindakan ini kami lakukan karena kami tidak ingin kasus-kasus yang datang dari luar itu menular ke masyarakat. Kami minta orang dari negara yang terdata H1N1, wajib mengenakan masker selama tiga hari. Karena masa inkubasi adalah tiga sampai dengan tujuh hari. Tapi, kalau tujuh hari, kan kasihan kelamaan,” ujar Siti.

Departmen Kesehatan mencatat sudah ada delapan warga asing positif terjangkit virus yang mematikan tersebut. Penularan flu babi baru terjadi antarwarga asing, dan belum ditemukan kasus penyebaran virus antarwarga negara Indonesia. “Hingga kemarin, sudah ada delapan yang positif terkena flu babi. Empat orang dari warga Australia, dan empat lagi dari Singapura,” kata Siti.

Sementara itu, Direktur LBH Kesehatan Iskandar Sitorus mengatakan ada laporan bahwa para turis asing mulai mengakali pemeriksaan, yaitu minum obat antibiotik atau penurun panas sebelum masuk bandara internasional. Menurut Iskandar, akal-akalan ini membuat alat pendeteksi suhu tubuh (therm scanner) yang dipasang di bandara internasional di seluruh Indonesia tidak akan berguna. ”Saya mendapat informasi ini dari beberapa rekan yang tinggal di luar negeri,” katanya.

Hal itu, kata Iskandar, harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, karena dikhawatirkan akan berdampak pada meledaknya kasus flu babi di Indonesia. Iskandari yakin, virus flu babi akan terus berkembang di negara ini dengan penularan melalui interaksi antara penumpang pesawat yang menderita flu babi dengan penumpang lainnya.

“Saya yakin penderita flu babi di Indonesia tidak hanya delapan orang, tetapi jauh lebih banyak. Indikasinya, satu pesawat terbang biasanya diisi hingga 300 orang. Bila dalam pesawat tersebut ada penderita flu babi, tidak mungkin tidak ada yang tertular,” kata dia. jbp/cr2

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "