Pasuruan - Surya-Setelah dua kali tertunda, pengambilan sumpah CPNS menjadi PNS akhirnya digelar pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan di GOR Raci, Bangil, Senin (29/6).
Namun acara itu tetap saja bermasalah, kali ini masalahnya Wakil Bupati (Wabup) Pasuruan, Edy Paripurna merasa dilecehkan pihak BKD yang justru tidak mengundangnya. Pengambilan sumpah ratusan CPNS di lingkungan Pemkab Pasuruan itu dilakukan Bupati Pasuruan, Dade Angga.
Namun pengambilan sumpah ini justru mendatangkan pertanyaan banyak pihak. Pasalnya, pada acara tersebut tidak tampak kehadiran Wabup Pasuruan, Edy Paripurna.
“Saya tidak mengetahui acara itu, karena saya memang tidak diundang oleh BKD. Ini sudah keterlaluan. Saya ini khawatir jika dianggap berbuat aneh-aneh, padahal ketidak hadiran saya karena ulah BKD,” ungkap Edy Paripurna.
Apalagi tidak diundangnya Edy Paripurna dalam pengambilan sumpah CPNS menjadi PNS ini dilakukan secara terang-terangan oleh pihak BKD. Kontan saja masalah itu membuat Edy Paripurna marah.
“Masak, untuk urusan di internal kepegawaian saya seperti tidak diperbolehkan mengetahui. Padahal sebagai Wabup Pasuruan, saya juga memikul beban untuk pengawasan terhadap pegawai di lingkungan pemkab,” tambahnya.
Sementara Suprijohadi, Kepala BKD Kabupaten Pasuruan, saat dikonfirmasi membantah sengaja tidak mengundang Edy Paripurna. Undangan untuk Wabup telah dikirim melalui Sekretaris Wabup.
“Undangannya sudah kami sampaikan. Mungkin saja oleh pihak Sekpri Wabup belum disampaikan kepada yang bersangkutan. Tidak hadirnya wabup saat pengambilan sumpah PNS karena mewakili Bupati Pasuruan menghadiri acara yang lainnya,” tangkis Suprijohadi. st13
Editor : jps