SAAT pagi menjelang dan saat malam mulai larut, minuman yang nikmat untuk membuka dan menutup hari-hari kita adalah secangkir kopi. Meski tidak semuanya setuju dengan pendapat ini, akan tetapi pernyataan di atas cukup mewakili keseharian hidup di masyarakat.
Kopi adalah minuman tradisional yang familiar dan turun termurun sehingga masih terjaga aromanya sampai sekarang. Apalagi sekarang ini, Indonesia menjadi salah satu penghasil biji kopi terbaik dunia. Biji kopi pilihan akan menghasilkan kualitas ekspor dan cita rasa tersendiri di mata dunia.
Bagi kawula muda dan tua, baik dari kalangan biasa sampai eksekutif sekalipun dengan menengguk secangkir kopi bisa menjadi rujukan untuk mencari segudang inspirasi. Di saat kita bangun pagi dan akan memulai aktivitas, kopi menjadi teman setia.
Saat malam menjelang dan disaat kita sedang banyak tugas, secangkir kopi menjadi teman “harmonis” yang akan mendampingi kita menyelesaikan tugas-tugas kita. Sajian kopi akan lebih nikmat dan mantap rasanya bila disajikan dalam keadaan panas.
Ketika kita beraktivitas diluar rumah, tidak sulit untuk menemukan tempat diman kopi bisa dinikmati. Mulai dari warung kecil pinggir jalan, kafe, resto sampai hotel berbintang sekalipun, minuman kopi menjadi sajian wajib yang harus disediakan.
Zaman sekarang sajian kopi sangat beragam jenisnya, ada kopi susu, cappuccino, moccacino, kopi tubruk sampai jenis yang paling mahal yaitu kopi luwak. Berbeda dengan zaman dahulu, dimana kopi hanya bisa dinikmati dan disajikan dalam bentuk kopi hitam saja.
Meminum kopi juga tidak mengenal waktu (bagi para pecandu kopi), entah itu pagi sampai malampun kopi tetap nikmat untuk diminum. Selain itu, bisa menghadirkan inspirasi, kopi juga menjadi lahan bisnis yang menjanjikan. Berbisnis warung kopi di zaman sekarang telah menjadi trend setter bagi banyak kalangan.
Bisnis yang “cepat saji” ini tidak perlu modal tebal untuk melaksanakannya. Cukup dengan pemilihan lokasi yang strategis dan pengelolaan yang matang, maka bisinis warung kopi ini akan mendatangkan banyak keuntungan.
Untuk lokasi, sangat strategis kalau yang dibidik adalah kota wisata dan kota pelajar. Di kota Malang misalnya, bisnis warung kopi ada dimana-mana bak “jamur di musim hujan”. Selain menjadi kota wisata dan pendidikan, cuaca di Malang yang sangat dingin menjadi nilai tambah kenikmatan kopi itu sendiri.
Kehidupan kota pelajar yang selalu ramai menjadikan bisnis warung kopi banyak diburu oleh kaula muda yang membutuhkan tempat buat nongkrong dan menuangkan curhat. Di warung kopi, semua menumpahkan ide dan gagasan dalam bentuk diskusi.
Catatan-catatan hasil diskusi mereka banyak yang disalurkan lewat media massa dan bahkan ada yang menulisnya dalam buku. Mereka seakan menemukan irama berfikir ketika secangkir kopi sudah ada di depannya.
Begitu juga dengan para musisi papan yang juga banyak dilahirkan dari sejumlah warkop dan kafe. Meskipun tidak secara langsung menikmati kopi, tapi kafe atau warung kopilah yang membuat mereka dapat menyambung hidup. Mereka mengais rezeki lewat alunan musik yang menghibur para pengunjung kafe.
Pertunjukan dari kafe ke kafe inilah yang menghantarkan nama mereka menjadi musisi papan atas di blantika musik Indonesia. Jadi, disini bisa disimpulkan bahwa kenikmatan kopi membawa banyak berkah bagi kehidupan meski juga tidak juga buat kesehatan.
Oleh Hendra Wibisono
Wasekum PTKP HMI Cabang Malang, Mahasiswa UMM Jurusan Ilmu Pemerintahan 2004
bie_sons@yahoo.com
Editor : jps