Home » Malang Raya

Dewan Tolak Beri Rekom PSB, Orangtua Ngeyel Inginkan Sekolah Favorit

Klojen-Surya-Tingginya minat orangtua murid terhadap sekolah favorit membuat mereka mencoba melakukan cara tak terpuji. Agar anaknya dapat masuk ke sekolah favorit pilihannya, beberapa orangtua murid meminta surat ‘rekomendasi’dari Komisi D DPRD.

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, H Anang Sulistyono SH MH, saat dikonfirmasi Surya, Senin (29/6), mengatakan, memang ada orangtua murid yang meminta rekomendasi kepada Komisi D DPRD.

Menurutnya, mereka yang meminta rekomendasi itu adalah orangtua, yang nilai ujian nasional (NUN) anaknya kurang untuk masuk ke sekolah favorit dalam pendaftaran siswa baru (PSB) 2009 ini. Namun, dewan menyarankan agar anak yang NUN-nya tak mungkin masuk ke sekolah favorit memilih sekolah negeri lain maupun swasta. Sebab, kualitas sekolah favorit dan sekolah lain di Kota Malang tidak berbeda jauh.

”Ada juga orangtua yang meminta surat rekomendasi karena tidak mampu membayar biaya pendidikan, misal pembelian pakaian seragam yang harus dibayar tunai. Padahal, anaknya pintar dan dipastikan dapat diterima di sekolah negeri favorit,” ujarnya. Tetapi dengan tegas, dewan pun juga menolak mengeluarkan rekomendasi apapun terkait PSB.

Lanjutnya, dewan menyerahkan urusan PSB ke sekolah masing-masing karena biaya pendidikan seperti pakaian seragam sudah menjadi ketentuan. Dewan hanya berharap sekolah-sekolah menerapkan fungsi mendidik dan fungsi sosial. Artinya, jika ada siswa pintar dari golongan ekonomi lemah, tidak boleh ditolak.

Anang mengingatkan, sekolah jangan menarik dulu sumbangan biaya pengembangan pendidikan (SBPP) terhadap murid baru. ”Sudah dua tahun terakhir wali kota tak mengeluarkan kebijakan baru terkait SBPP. Karena itu, sekolah jangan menarik SBPP,” kata Anang.

Terkait program Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI), Ahmad Taufiq Bambang DHT, Sekretaris Komisi D, mengatakan, jika anak yang berprestasi diterima di RSBI tetapi terbentur biaya pendidikan, sekolah harus tetap menerima mereka. Soal biaya, sekolah harus menerapkan subsidi silang.

Ia meminta sekolah yang membuka RSBI bertindak transparan, baik hasil tes siswa maupun SBPP dari orangtua. ”Sumbangan orangtua murid itu harus tarnsparan dituangkan dalam rancangan anggaran keuangan sekolah (RAKS).ekn

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "