Home » Citizen Reporter

Berebut Jatah Kursi

DENGAN debat capres dan cawapres, yang kita bisa melihat seberkualitas apa calon pemimpin negara ini. Sebegitu hebatnya mereka saling berargumen bahwa “saya yang terbaik”, memberikan janji-janji manis kepada rakyat yang selalu menjadi objek kampanye mereka.

Saling serang, baik di televisi maupun komentar-komentar saling sindir di surat
kabar antar pasangan dan terkadang saling menjatuhkan pasangan capres dan cawapres yang lain. Sungguh ironis, sekali melihat cara mereka berebut kursi presiden.

Apakah seperti itu sebenarnya kualitas dari calon pemimpin kita? Dan dengan merasa tak
berdosa ketika mereka tidak bisa memenuhi semua janji manis yang telah mereka janjikan pada rakyat di negara ini saat mereka berkampanye.

Perebutan kursi presiden dan wakil presiden saat ini laksana anak sekolah yang memperebutkan kursi sekolah mereka untuk belajar dan menimba ilmu, dan tentunya mereka ini adalah calon-calon pemimpin negeri ini (anak bangsa yang menimba ilmu
untuk melakukan perubahan yang besar pada Negara ini ketika mereka sudah besar
nanti).

Tentu rakyat di negara ini tidak bodoh. Mereka tahu siapa calon pemimpin masa depan Negara ini yang berkualitas dan memang pantas untuk melakukan perubahan besar untuk Negara Indonesia ini.

Tapi mengapa cara-cara yang mereka perlihatkan ke rakyat ini bukanlah dengan cara yang arif dan bijaksana laksana pemimpin yang sebenarnya ingin mengabdi dan tulus memberi untuk rakyat mereka.
Di sini sangat terlihat bahwa perebutan kepemimpinan dan kekuasaan begitu dahsyatnya.

Mereka menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan jatah 2 kursi sebagai presiden dan wakil presiden di Negara ini. Berkuasa tanpa melihat peran serta rakyat merupakan hal yang sia-sia. Tentu perlu adanya sinergisitas antara pemimpin Negara ini dan rakyatnya yang berperan aktif untuk melakukan pembangunan dan perubahan besar di Negeri ini.

Oleh karena itu, ingatlah kami para rakyatmu yang telah menjadikan kalian para presiden dan wakil presiden di Negara ini. Jangan kau lupakan janji-janji manis yang kau ucapkan ketika masa kampanye itu ada ketika kalian sudah mendapatkan jatah 2 kursi itu.

Oleh Lazuarna Rahmawati
Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang
lz_sheva@yahoo.co.id

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "