SURABAYA-SURYA-Untuk kali ketiga, sidang paripurna interpelasi penggusuran bangunan setren kali gagal digelar. Sidang yang dipimpin Ketua DPRD Surabaya Musyafak Rouf itu tidak memenuhi kuorum. Dari 45 anggota dewan, yang hadir hanya 21 orang. Sesuai ketentuan, paripurna bisa digelar jika dihadiri 50 persen plus satu atau 23 anggota dewan.
Gagalnya sidang interpelasi ini cukup menarik perhatian. Karena sebelumnya, 23 anggota dewan menghadiri paripurna pembentukan panitia khusus (pansus) penghapusan aset Pasar Turi. Namun ketika paripurna usai dan diskors lima menit, agar peserta tanda tangan lagi untuk paripurna interpelasi, tiga anggota dewan malah meninggalkan ruangan. Mereka adalah Indra Kartamengala, Slamet Efendi, dan Arifli Harbianto.
Staf setwan Yoyok Yuniarto, pun mencegat ketiganya untuk meminta tanda tangan. Tetapi mereka menolak dengan alasan akan makan. Setelah ditunggu, ternyata hanya Indra yang kembali ke ruang sidang. Slamet dan Arifli justru masuk ruang komisi B.
Gagalnya paripurna ini langsung direaksi Zaenab Maltufah, anggota FPKB. Dengan lantang ia mengungkap adanya permainan kotor dibalik semua ini. “Pada paripurna sebelumnya pesertanya memenuhi quorum, tapi kenapa paripurna kedua mereka tidak hadir. Jelas ada permainan kotor di sini,” tuding alumnus Pascasarjana UI ini.
Ditemui usai sidang Zaenab masih bersikukuh dengan dugaannya. Dia mengaku pernah diintimidasi oleh anggota fraksi lain untuk menarik dukungan interpelasi. “Alasannya kalau saya tetap teruskan interpelasi, nanti dikira saya akan minta uang pemkot menjelang masa jabatan berakhir.
Saya katakana, mana pernah saya minta uang, mereka yang tidak datang itu yang perlu ditanya,” katanya.
Tidak kalah kerasnya, anggota Fraksi Demokrat Keadilan Yulyani mengatakan para anggota dewan yang memboikot paripurna ini tidak gentle. “Tidak perlu takut, kita berdebat di sini,” kata Yulyani.
Sementara itu, tanggapan berbeda disampaikan Indra Kartamanggala. Ia menyatakan pesimistis interpelasi bisa digelar.”Lebih baik kita ajak dialog wali kota untuk cari jalan kerluarnya,” ajak Indra. uus
Editor : jps