Trenggalek-Surya-Tarao Inagaki, 50 seorang pengusaha warga negara Jepang yang juga bos perusahaan penangkaran mutiara CV Gunung Utara, di Pantai Pulau Ngrembang RT37/RW8 Dusun Karang Goso Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek berjarak sekitar 25 km selatan Pantai Prigi. Ditemukan tewas, di atas batu kerang tepi pantai dekat mess perusahaan tempatnya bekerja, Sabtu(27/6) sekitar pukul 20.00 WIB oleh anak buahnya.
Korban yang sudah beberapa tahun bekerja di usaha mutiara ini beralamatkan di 4794-12 Katada Shima Cho, Shima Shi Miken, Jepang. Saat ditemukan kondisinya sudah tidak sadarkan diri, diatas batu karang depan mess perusahaan. Disampaikan Kapolres Trenggalek AKBP Desmawan Putra melalui Kasat Reskrim AKP Wajib Santoso jenazah Inagaki ditemukan anak buahnya sekitar satu jam, setelah kejadian meledaknya genset di gudang. “Waktu itu korban bersama anak buahnya sedang makan malam, sekitar pukul 18.30 WIB terjadi insiden meledaknya genset di gudang hingga mengakibatkan listrik padam,” ujar Wajib, Minggu(28/6).
Para pekerja langsung menghentikan makan malamnya, untuk memadamkan kobaran api di gudang. Termasuk memindahkan jerigen berisi bahan bakar solar, khawatir tersulut api dan kobaran api semakin membesar. “Setelah kebakaran itu, Pak Inagaki sudah tidak tampak lagi.
Hingga anak buahnya berusaha mencarinya, satu jam kemudian korban ditemukan tergeletak di atas batu karang di pantai depan messnya perusahaan,” paparnya.
Waktu ditemukan kondisinya sudah tidak sadar dan diduga sudah tewas, kaget bosnya tergeletak dengan luka dan ceceran darah disekitarnya mereka langsung lapor polisi.
Malam itu juga jasad Inagaki dievakuasi ke RSUD Dr Soedomo Trenggalek, untuk penyelidikan lebih lanjut. Diungkapkan Wajib petugas rumah sakit hanya melakukan otopsi luar saja, karena otopsi dalam perlu persetujuan dari pihak keluarga Inagaki. Dari visum luar ditemukan adanya luka robek di teliga kiri dan kanan, di kepala bagian belakang juga ada benjolan memar. “Belum bisa disimpulkan apakah luka tersebut akibat pukulan benda keras atau benturan dengan batu,” ungkapnya.
Minggu(28/6) sekitar pukul 15.00 WIB jenazah Inagaki dibawa ke rumah sakit RSUD Dr Soetomo Surabaya, setelah pihak keluarga datang dan setuju untuk diotopsi. Ditambahkan Wajib kalau pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Konjen Jepang, terkait pemulangan jenazah korban imbuhnya.
Sementara itu menurut salah satu pekerja yang juga anak buah korban Sutari, 35 sebelum kejadian tersebut, bosnya sempat bercerita kalau dia sempat memergoki seseorang ingin membunuhnya dengan cara memukulnya saat berada di kamar. “Tapi sempat diteriaki oleh Pak Inagaki, akhirnya orang tadi kabur,” tutur Sutari.
Apakah wajah orang tersebut sempat dikenali, Sutari mengaku tidak menanyakan hal tersebut.
Berbeda dengan keterangan Kasat Reskrim Wajib, Kapolsek Watulimo AKP Hariyanto justru menduga kuat korban dibunuh, karena dari hasil penyelidikan yakni pemeriksaan saksi dan oleh TKP. Korban dibunuh oleh 2 orang yang memiliki ciri-ciri kurus, tinggi badan sekitar 170 cm. “Diduga pelakunya orang luar perusahaan atau bukan karyawan, kini sedang kita perdalam untuk menangkap pelakunya,” tegasnya.ais
Kronologis :
1. Sabtu(27/6) sekitar pukul 18.30 WIB Korban Tarao Inagaki mekan malam bersama dengan anak buahnya
2. Setengah jam kemudian 19.00 WIB terdengar ledakan genset di gudang, hingga mengakibatkan kebakaran dan aliran listrik padam. Pekerja langsung bubar, berusaha memadamkan api
3. Setelah api padam, Tarao menghilang dan anak buahnya berusaha mencarinya
4. Sekitar satu jam kemudian 20.00 WIB korban Tarao ditemukan tergeletak di atas karang, tepi pantai depan mess perusahaan. Kondisinya sudah tidak sadarkan diri, serta ada luka dan ceceran darah di sekitarnya.
5. Para pekerja lapor polisi, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Dr Soedomo Trenggalek
Editor : jps