TEHERAN-SURYA-Aparat Iran terus merongrong gerakan antipemerintah pascapemilu presiden. Kali ini mereka dilaporkan menciduk sejumlah pasien luka dari rumah sakit karena terlibat dalam gelombang protes menentang pemerintah.
Laporan ini disampaikan Banafsheh Akhlaghi, direktur region barat Amnesty International (AI), berdasarkan laporan orang-orang yang melarikan diri dari Iran setelah pemerintah menumpas gelombang demonstrasi antipemerintah. “Milisi Basij telah menunggu mereka,” kata Akhlaghi, Sabtu (27/6).
Basij adalah milisi propemerintah yang diterjunkan untuk membubarkan aksi massa yang menentang hasil pemilu presiden 12 Juni yang dimenangi presiden Mahmoud Ahmadinejad.
Kata Akhlagi, anggota milisi itu sudah menunggi di rumah sakit. Ketika ada korban demonstrasi masuk, mereka menghalangi dokter dan perawat untuk bertanya tentang identitas korban dan bagaimana luka itu terjadi. Hal ini membuat keluarga korban sulit mencari mereka, karena begitu luka korban ditangani, para anggota milisi itu mengangkut mereka ke tempat yang tidak diketahui.
Sementara itu, hubungan diplomatik Iran dan Inggris semakin memburuk. Setelah kedua negara saling mengusir diplomat, kini polisi Iran menangkap delapan staf lokal di Kedubes Inggris. Mereka dituduh terlibat dalam demonstrasi antipemerintah.
Pemerintah Inggris mengecam aksi penangkapan itu. Menlu Inggris David Milliband menyebut penangkapan itu sebagai pelecehan dan intimidasi. “Ini juga menunjukkan peningkatan sikap keras rezim Iran terhadap negara barat,” katanya.
Sejumlah negara barat termasuk AS, Inggris, Italia dan Prancis mengecam aksi penumpasan demonstrasi itu. Sikap ini dianggap pemerintah Iran sebagai tindakan mencampuri urusan dalam ‘dapur’ negara lain.ap/ant
Editor : jps