Manohara Tunda Visum Hingga Senin

JAKARTA | SURYA Online - Ibunda Manohara Odelia Pinot, Daisy Fajarina, menyatakan bahwa anaknya baru akan melakukan visum terkait dugaan kekerasan fisik yang dialami Manohara oleh suaminya, Tengku Muhammad Fakhry, putra Raja Kelantan, Malaysia, pada Senin (8/6) pekan depan.

“Rencananya, Senin akan melakukan visum di RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo), Jakarta Pusat.   Ibunya (Manohara-red) mengatakan melalui telepon kepada Pak OC Kaligis seperti itu. Jadi lihat saja nanti,” ujar salah satu kuasa hukumnya, Yuri Andre Darmas, dihubungi Kompas.com, Jumat (5/6).

Yuri tak mengetahui alasan pasti kenapa Manohara memilih melakukan visum itu pada Senin mendatang. Padahal, pihaknya berharap Manohara segera melakukan visum sebagai dasar untuk melakukan langkah hukum. “Saya tidak tahu. Ibunya, maunya seperti. Kita serahkan ke ibunya. Kita sih maunya secepat mungkin,” terangnya.

Sikap Manohara dan ibunya, Daisy, yang terus menunda-nunda melakukan visum, disayangkan sejumlah pihak. Bahkan, Ratna Saumpaet, pimpinan Ratna Sarumpaet Crisis Centre (RSCC), memilih menarik pendampingannya terhadap Manohara, beberapa hari sebelum ia akhirnya kembali ke pangkuan ibunya.

Ratna bahkan menuding Daisy tidak menunjukkan kesungguhannya dalam mendukung upaya hukum yang sedang ditempuh RSCC, kala itu.

Ketidak-sungguhan itu pun, belakangan terasa terlihat jelas. Manohara dan Daisy, justru lebih mengutamakan meladeni wawancara ke sejumlah media, terlebih televisi, terkait kisah penderitaannya selama berada di samping suaminya, Tengku Muhammad Fakhry, ketimbang segera melakukan visum.

Sementara itu, menanggapi andanya rencana somasi yang akan dilayangkan pihak KBRI di Kuala Lumpur, terkait tudingan suap  yang diutarakan Manohara kepada pihak KBRI, Yuri menilai sebagai bentuk reaksi spontan atas kekecewaan Manohara terhadap respon pihak KBRI yang dinilainya lamban.

“Manohara masih polos. Mungkin pernyataan polos itulah yang terlontar. Kalau memang ada somasi dari pihak KBRI, saya sarankan sih menarik pernyataan tersebut,” ujarnya.

Yuri menilai apa yang dituduhkan Manohara itu, bisa jadi bentuk kekecewaan atas pernyataan Dubes RI untuk Malaysia, Da’i Bachtiar, yang mengatakan Manohara dalam keadaan baik-baik saja di Kuala Lumpur. “Manohara sendiri tak pernah berada di Kuala Lumpur. Dari KBRI sendiri tidak ada yang melihat langsung kondisi Manohara di Kelantan. Padahal, ia sangat berharap mendapatkan respon yang cepat dari KBRI saat itu,” paparnya. eh/kcm

Dibaca: 136 kali

  • Editor : Sugeng Wibowo

Kirim Komentar