Setahun, 700 TKI Mati di Malaysia, BNP2TKI Jatim Desak Penyelidikan

SURABAYA - SURYA-Banyaknya tenaga kerja Indonesia (TKI) yang menyerbu Malaysia untuk berburu ringgit harus dibayar mahal. Ini terlihat dari tingginya angka kematian TKI di negeri jiran itu yang setiap tahunnya mencapai 700 orang.

Sekretaris II Konselor KBRI Malaysia Susapto Anggoro Broto mengatakan pada tahun 2008, jumlah TKI di Malaysia sebanyak 1,2 juta, sebagian besar di sektor informal, seperti buruh perkebunan kelapa sawit, pekerja bangunan, dan pembantu rumah tangga. Dari jumlah itu, antara 400-700 TKI meninggal tiap tahun. Artinya, tiap bulan ada 58 TKI meninggal dunia atau sekitar dua orang setiap hari.

“Penyebabnya macam-macam, karena kecelakaan kerja, kecelakaan lalu lintas, sakit dan lain sebagainya,” ujarnya, Rabu (3/6) di Terminal Kargo Bandara Internasional Juanda, di sela-sela menjemput jenazah Anwaruddin - TKI asal Blitar yang menjadi korban ambruknya gedung bekas supermarket di Malaysia.

KBRI, kata Susapto berjanji menjamin keselamatan semua TKI di Malaysia, baik yang resmi maupun ilegal. Jaminan itu penting agar setiap hak TKI yang celaka bisa terpenuhi. Apalagi tiap hari rata-rata 1.000 TKI mengadu ke KBRI soal masalah yang menimpa mereka. “Tapi jaminan keselamatan tersebut, tentu harus sesuai prosedur dan aturan yang ada,” jelasnya.

Sekretaris Utama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Edy Sudibyo mendesak KBRI menyelidiki penyebab kematian para TKI itu. Misalnya, meninggal karena sakit bawaan dari Indonesia, sakit ketika di Malaysia, atau sakit karena penganiayaan seperti yang banyak terjadi. “Langkah itu harus dilakukan untuk membuat kebijakan baru mengatasi meningkatnya jumlah kematian TKI,” tegasnya.

Menurut data BNP2TKI Jatim, selama Januari - Mei 2009, jumlah TKI asal Jatim yang berangkat mencapai 21.350 orang ke sejumlah negara di Asia Pasifik dan Timur Tengah. Sebagian besar di antaranya, 7.581 orang ke Malaysia.uji

Dibaca: 23 kali

  • Editor : jps

Kirim Komentar

Viagra | Levitra | Cialis | Viagra Online | Tramadol