Ratna Sarumpaet Ragukan Cerita Manohara

SURYA Online - Manohara sudah kembali ke pelukan ibundanya dan membeber peristiwa getir yang dialami selama menjadi istri Tengku Muhammad Fakhry. Namun, pengakuan Manohara ini diragukan kebenarannya oleh Ratna Sarumpaet.

“Jangan tertipu air mata yang berderai. Kita harus membuka mata lebar-lebar atas setiap permasalahan. Kalau memang benar Manohara pernah mengalami penyiksaan selama menjadi istri Raja Kelantan itu, mestinya dia gering dan bukannya segar bugar seperti itu,” cetus aktivis perempuan ini kepada Surya, Minggu (31/5).

Wanita kelahiran Tarutung, Sumatera Utara, 16 Juni 1949 ini mengaku nyaris tak bisa menahan emosi ketika menyaksikan sosok Manohara di televisi. “Saya tadi kontan marah begitu melihat dia dalam keadaan sehat wal afiat. Seseorang yang katanya pernah disundut rokok, disilet, mestinya badannya kurus kering, dan bukan gemuk gitu!” ujarnya.

Jika memang Manohara pernah mengalami ketidaknyamanan atas perlakuan Fakhry, lanjut Ratna, Manohara harus bisa membuktikannya di depan publik. “Kita jangan mudah tertipu. Ini masalah negara. Kita juga harus ingat di sana (Malaysia) ada ribuan warga kita yang jadi TKW. Jangan karena satu orang yang berbohong, yang lain dengan jumlah lebih banyak mendapat perlakuan lebih tidak enak,” kata Ratna yang pernah mementaskan Marsinah Menggugat.

Dengan alasan tidak adanya bukti ini pula, Ratna beberapa hari lalu memutuskan mencabut dukungannya pada Deasy Fajarina, ibunda Manohara. “Waktu saya minta datang ke Polda dengan membawa bukti-bukti penyiksaan yang dialami Manohara, dia tidak datang dan berkelit macam-macam, saya langsung timbul pertanyaan, ada apa sebenarnya ini? Kalau memang benar, sampai kapan pun harus kita perjuangkan kebenaran itu!” sergahnya. pra

Dibaca: 430 kali

  • Editor : Achmad Pramudito

Komentar anda

  1. Ahmad Amin Udin Selasa, 2 Juni 2009 - 22:41:15

    Inilah salah satu kelemahan kita, Manohara belum hilang rasa traumanya masih harus ditambah dengan orang yang sinis tak percaya.

  2. Sony Nelo Rabu, 3 Juni 2009 - 14:13:40

    Pendapat saya begini: penyiksaan itu tidak terjadi. Tetapi dalam mengarungi bantera rumah-tangga Manohara tidak bahagia, karena tidak sungguh-sungguh mencintai, bukan karena perlakuan buruk dari Fakhry. Ingat harta tidak jadi jaminan orang hidup bahagia (batinnya).

  3. D.Nanang A. Rabu, 3 Juni 2009 - 21:38:16

    Tanpa dukungan dari satu orang itu,tidak akan berpengaruh pada kelanjutan kasus manohara.Jadi untuk apa dipeributkan.
    Mati satu tumbuh seribu..Kami mendukungmu Mano.

  4. aryadi Kamis, 4 Juni 2009 - 00:07:26

    bahaya nih orang..provokator jg,.,hati hati mba klo bicara,.jgn ada unsur mengajak atau marayu orang lain untuk sependapat dgn anda,.
    positif thinking,.mo bener ato engga,.klo mo bantu jgn ngedumel bantu secara total,.klo tidak mo bantu jgn menuduh atau melakukan provokasi,..,IsyaAllah kebusukan klo ditutupi akan tercium jg.,

Kirim Komentar