PEKANBARU | SURYA.CO.ID - Sekitar 150 penumpang pesawat Lion Air nomor penerbangan 393, Minggu (31/5), dicekam ketakutan ketika pesawat yang mereka tumpangi mendadak bergetar hebat. Penumpang mengaku panik ketika peristiwa tersebut terjadi.
Kejadian menakutkan itu terjadi ketika pesawat baru sekitar 20 menit meninggalkan Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menuju Jakarta. Pramugari berusaha menenangkan penumpang sambil menyuruh memasang kembali sabuk pengaman. Akhirnya pesawat berhasil mendarat dengan baik dan penumpang kembali disuruh turun sekitar pukul 10.00 WIB.
“Saya tak menduga dan kaget setengah mati ketika tiba-tiba pesawat bergetar dan pramugari terlihat panik. Pramugari segera meminta kami untuk memasang sabuk pengaman,” tutur Ridhan, Manager Band La Luna, penumpang pesawat tersebut.
Akibat kejadian ini, beberapa penumpang trauma dan menyatakan tidak mau naik Lion Air lagi. Personil band La Luna yang juga ikut dalam penerbangan tersebut mengaku trauma dan shock. Drumer band, Boyan mengatakan, getaran pesawat saat di udara membuat ia trauma dan shock. Apalagi saat itu pramugari panik dan menyuruh penumpang memasang sabuk pengaman. “Rasanya pesawat akan jatuh,” ungkap Boyan.
“Saya trauma karena kejadian ini. Inilah pertama kalinya saya menaiki pesawat yang bergetar di udara. Seharusnya pihak maskapai bisa menerbangkan pesawat kalau pesawatnya rusak. Saya jadi enggan untuk naik pesawat Lion Air lagi,” ungkap Wirmasyah kepada Tribun Pekanbaru (Grup SURYA) di ruang tunggu saat akan berangkat dengan pesawat lain.
Setelah berada di bandara kembali, para penumpang langsung menyerbu tiket office Lion Air. Mereka protes dan meminta pesawat pengganti. Akhirnya penumpang dipindahkan ke empat maskapai penerbangan lain yakni Batavia, Mandala, Air Asia dan Sriwijaya Airlines.
“Kami meminta untuk naik pesawat lain. Akhirnya kami dipindahkan ke Sriwijaya Airlines. Namun, hingga pukul 13.00 WIB ini kami belum juga berangkat,” ungkap Ridhan. Chif Officer Lion Air, Dikki, kepada wartawan mengakui kalau pesawat Lion Air jenis MD batal terbang karena mengalami kerusakan di bagian dinding pesawat. Penumpang dipindahkan ke maskapai lain dan ia mohon maaf atas gangguan tersebut.
Naik dua kali
Menurut pengakuan para penumpang, mereka sempat menaiki pesawat dua kali. Penumpang naik pesawat pertama kali pada pukul 07.00 WIB. Namun setelah semua penumpang naik dan duduk di bangku masing-masing, mereka diberitahu pramugari bahwa pesawat mengalami kerusakan dan diminta untuk turun dari pesawat.
“Kami sudah diminta naik pesawat, namun setelah duduk, diberitahu pesawat rusak dan diminta untuk turun,” ungkap Ridhan. Kemudian, mereka diminta menunggu di ruang tunggu. Setelah menunggu selama satu jam lebih, mereka kembali disuruh untuk naik ke pesawat untuk kedua kalinya. Kali ini, pesawat dikatakan sudah diperbaiki.
“Tanpa perasaan apa-apa, saya bersama sembilan orang teman naik ke pesawat. Sesampai di pesawat, kami diberitahu pramugari bahwa pesawat sudah diperbaiki dan akhirnya pesawat take off pada pukul 09.30 WIB,” terang Ridhan.
Batal ikuti pembukaan
Selain grup Band La Luna, Muslim dan Farul Rizal (pelatih dan atlit panah asal Riau) juga merasa dirugikan akibat kejadian ini. Mereka seharusnya mengikuti acara pembukaan Seleksi Nasional Atlet Panah untuk ke Amerika di Jakarta, Minggu (31/5) pagi.
“Kami seharusnya mengikuti acara pembukaan Seleksi Nasional atlet panah pada pukul 08.00 WIB tadi. Seleksi ini sangat penting, karena dua orang atlet yang ikut Seleknas ini membawa nama Riau. Mereka nantinya akan diutus ke Amerika untuk dilatih dan bertanding antarpelajar. Mudah-mudahan tidak ada masalah dengan kejadian ini,” ujar Muslim pelatih Farul Rizal dan Jisra Erik.
Menurut Muslim, kejadian ini seharusnya tidak perlu terjadi bila pihak penerbangan selalu melakukan chek dan richek terhadap persawatnya. Selain itu, melakukan pemeriksaan secara menyeluruh setiap pesawatnya. Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, terutama penumpang sebagai konsumen yang seharusnya dimanjakan.
Sementara vokalis Band La Luna Menik mengaku bahwa kejadian ini telah membuang waktu mareka. Mereka seharusnya berlatih untuk persiapan tampil di salah satu televisi swasta pagi ini.
“Kami sudah dua kali dikecewakan Lion. Namun yang terparah adalah ini, karena kami sudah dua kali naik pesawat, namun gagal berangkat. Parahnya lagi, pada saat naik pesawat yang kedua kalinya, pesawatnya bergetar,” ungkap Menik.
Wirmasyah, kepada Tribun mengaku kecewa dengan kejadian ini, karena ia tidak bisa berangkat sesuai jadwal yang direncanakan. “Kalau pesawat rusak, seharusnya maskapai tidak memaksakan pesawat untuk terbang. Ini akan membuat penumpang jera dengan Lion Air dan trauma naik Lion Air. Apalagi kalau terjadi kecelakaan tentu akan menambah deretan kecelakaan pesawat di Indonesia,” katanya. cr5
* Pukul 7.00 WIB penumpang masuk pesawat
* Ada kerusakan penumpang disuruh turun kembali
* 9.30 WIB Penumpang kembali naik pesawat
* 20 menit terbang, dinding pesawat bergetar
* Pesawat kembali ke bandara SSK II
* 10.00 WIB mendarat dengan selamat
* Diduga ada kerusakan di bagian dinding pesawat
Editor : yul