PADANGPANJANG | SURYA.CO.ID - Sambil menyuap nasi dengan sendok, Ikhsan (34) meladeni setiap pertanyaan saat dirawat di Rumah Sakit Yarsi Ibnu Sina Padangpanjang, Sumatera Barat, Minggu (31/5). Kadang-kadang terdengar keluhan rasa sakit di sekujur tubuhnya, terutama bagian belakang kepalanya. “Kepala masih merasa sakit, begitu juga punggung, kedua kaki saya masih mendingan,” ujar Ikhsan.
Ikhsan merasa bersyukur tuhan menyelamatkan dirinya. Padahal, posisi jatuhnya bus PO Yanti yang ditumpanginya tersebut sangat mengenaskan. Selain posisi mobil terbalik dengan roda menghadap ke atas di dasar sungai, di bawah juga telah menanti bebatuan cadas.
Bersama penumpang lainnya, Ikhsan cukup beruntung meski bodi bus PO Yanti yang jatuh dari jembatan menimpa bebatuan di dasar sungai. Pada bagian belakang dan sedikit di tengah bus terdapat beberapa bagian bebatuan yang cekung. Sehingga, mobil tidak langsung menghempas ke batu.
“Padahal bisa dibayangkan betapa kerasnya bebatuan cadas yang menanti di dasar sungai,” ujarnya.
Cukup lama Ikhsan bersama penumpang lainnya terperangkap di dalam bus. Bahkan kakinya sempat terjepit sehingga tidak bisa bergerak. Sedangkan kepalanya yang berada di bawah tepat berada di sebuah batu cadas. Bukan hanya ngeri melihat bebatuan tapi cukup lama juga ia melihat ceceran darah dari seorang penumpang yang ada di sampingnya yang tampak sudah tewas.
“Kalau saja bus bergerak ke bawah lagi, pasti kepala saya sudah hancur menimpa batu, saya pasti sudah tewas di tempat,” ujarnya.
Sebelum menyelamatkan diri, keluar lewat kaca mobil, Ikhsan sempat berteriak keras meminta tolong kepada orang-orang yang berdiri di jembatan.
“Tapi tidak seorangpun yang mau menolong,” ujarnya.
Dituturkan Ikhsan, sebelum mobil meluncur dalam posisi mundur dan terbalik jatuh ke dasar sungai, bus berada di posisi menanjak. Lantaran ada mobil dari arah berlawanan, sopir menukar porsneling. Namun entah kenapa, mesin mobil mati mendadak, sehingga bus meluncur zig zag sebelum menghantam portal jembatan.
“Sebenar saya ingin melompat dari bus saat bus meluncur tapi semua penumpang sudah menumpuk di pintu belakang, praktis saya jadi terjepit di tempat duduk belakang,” ujarnya.
Buyuang Udin, seorang penumpang yang selamat dari musibah tersebut ikut menuturkan, ia menduga rem bus blong. Pasalnya, saat bus hendak mendaki di tanjakan di Silaiang Kariang, bus sepertinya tidak sanggup. Tiba-tiba mesin pun mati dan bus meluncur di jalan.
“Knek sempat mengganjal ban mobil tapi karena jalanan menurun ganjalannya tidak kuat, ” ujar Buyuang yang menderita luka bakar lantaran tersiram air radiator.
Ikhsan dan Buyung, dua diantara 17 penumpang yang selamat dari kecelakaan Bus bermerk PO Yanti trayek Padang-Batusangkar di kawasan Silaiang Kariang Nagari Singgalang Kec X Koto Kab Tanah Datar. Tepatnya pada km 6 dari arah Kota Padangpanjang sekitar pukul 13.30, Minggu (31/5). Bus yang dikemudikan Syafrudin tersebut meluncur dalam posisi mundur, sebelum menghatam portal jembatan.
Seorang saksi mata, Jen (23), pemuda setempat mengaku ngeri melihat mobil meluncur kencang dalam posisi mundur. Lantaran posisi jalan menurun, laju bus menjadi kencang. Namun ia tidak menyangka bus
menghantam ke portal jembatan meski sempat melaju zig zag saat meluncur.
“Sopir nampaknya berusah mengontrol laju bus, sehingga bus sempat berbelok ke kanan, arah ngarai sebelum berbelok ke kiri menghantam portal jembatan,” ujar Jen di lokasi jatuhnya bus di kawasan Silaing kariang.
Jen bersama pemuda setempat mengaku sempat terpana di atas jembatan melihat posisi bus yang terbalik di dasar sungai. Namun saat itu ia belum berani turun membatu korban di dasar sungai.
“Kalau saya perhatikan, di lokasi setidaknya sudah ada 9 yang tewas karena saya juga ikut membantu mengangkat korban,” ujarnya.
Kapolres Kota Padangpanjang, AKBP Wisnu Handayana, sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif guna mengetahui penyebab peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah hukumnya tersebut.
“Secara pasti, kita belum mengetahui penyebabnya, untuk sementara, peristiwa itu diduga akibat faktor kelayakan kendaraan dan kelalaian manusia,” ujar Wisnu terkait jatuhnya bus PO Yanti tersebut.
Dari 12 korban tewas, sampai pukul 18.00, baru seorang atas nama Yuli Eliza Umami (21) yang dibawa pihak keluarga. Sedangkan 11 jenazah lainnya masih di RSUD Kota Padangpanjang. Sedangkan 17 penumpang yang selamat dan menderita luka berat dan ringan dirawat di dua rumah sakit, RS Yarsi Ibnu Sina Padangpanjang dan RS Achmad Muchtar Bukittinggi. yst
Korban Tewas
1. Yuli Eliza Umami (21)
2. Herami (20)
3. Laki-laki berusia sekitar 20 tahun tanpa identitas
4. Perempuan berusia sekitar 50 tahun tanpa identitas
5. Yuliandri (19)
6. Doni Saputra
7. Syafrudin (sopir bus)
8. Usnul Aini (230
9 sd/12. Empat lagi tidak diketahui identitasnya
Korban Luka
Dirawat di RS Achmad Muchtar Bukittinggi
1. Joni Asri (32) asal Padangpariaman
2. Rice (27) asal Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar
3. Helma (58) asal Padang
4. Buyung alias Udin
5. Perempuan belum diketahui identitasnya
Dirawat di RS Yarsi Padangpanjang
1. Ratna Juita (60) asal Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar
2. Kema (5) asal Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar
3. Hidayati (22) asal Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar
4. Ikhsan (34) asal Padangpariaman
5. Joni (32) asal Padangpariaman
6. Burhanuddin (50) asal Batusangkar, kabupaten Tanah Datar
7. Yenis Malina (42) asal Rambatan, Kabupaten Tanah Datar
8. Dadat Ramadhan (23)
9. Balita berumur sekitar 3 tahun tak dikenal identitasnya
10. Een Putra (-)
11. Widia (-)
12. Mega Septi R (20) asal Kabupaten Tanah Datar
(Sumber: Rumah Sakit Yarsi Padangpanjang)
Editor : yul