Home » Surabaya Metro

Kirim SMS Serentak, Warga Setren Teror Bambang DH

Surabaya - Surya-Ratusan warga setren kali kembali menuai kekecewaan. Hasrat mereka bertemu Wali kota Bambang DH gagal. Mereka melampiaskan kejengkelan dengan mengirim SMS teror.

Caranya, ratusan warga dalam waktu bersamaan mengirimkan pesan singkat ke nomor ponsel orang nomor satu di jajaran Pemkot Surabaya itu. “Mudah-mudahan ini bisa membuka hati Bambang DH terhadap nasib orang miskin dan orang kecil,” tutur Suwanto, demonstran, Jumat (29/5).
Berbagai pesan disampaikan lewat SMS berjamaah itu. Intinya menolak rencana pemkot melanjutkan penggusuran rumah yang masih tersisa di setren kali. Sebagian besar pengunjuk rasa memang warga yang rumahnya terancam digusur.

Mereka susah tidur, karena ada pengumuman penggusuran akan dilakukan lagi Selasa (2/6). Lewat SMS, mereka coba ingatkan Bambang SH dengan halus: Ingat janjimu dulu waktu minta dipilih warga, dulu berjanji membela wongcilik, tapi kok malah menyengsarakan. Tapi ada pula pesan kasar: Jangan jadi pengecut, temui kami sekarang.

Kirim SMS massal ini muncul spontan di tengah unjuk rasa di Kantor DPD PDIP Perjuangan di Jl Kendangsari. Saat itu, mereka meminta pengurus menghadirkan Bambang DH. Namun, Wakil Sekretaris PDIP Jatim Nugroho, yang kebetulan sendirian di kantor PDIP, tidak bisa menuruti. “Saya tidak punya kapasitas meminta, apalagi memanggil Pak Bambang ke sini,” katanya.

Warga tidak bisa menerima ini. Sambil mengerubungi Nugroho, mereka meminta ditunjukkan nomor ponsel Bambang DH. Begitu mendapatkan nomor, seorang peserta mengajak seluruh demonstran mengirim SMS serentak.

Mereka demo di Kantor DPD PDIP Jatim karena Bambang DH merupakan Wakil Ketua PDIP Jatim. Dengan begitu PDIP Jatim secara institusional punya kewenangan memerintah Bambang DH hadir atau setidaknya mengantarkan mereka ke rumah Bambang DH.

Mereka mengaku sudah kehabisan cara untuk bertemu Bambang DH. Sebelum ke Kantor DPD PDIP Jatim, mereka sudah beberapa kali datang ke DPRD. Para wakil rakyat itu pun memberi rekomendasi agar Bambang DH mau berdialog dengan warga. Tapi, Bambang tidak mau menemuinya. Mereka juga sudah berusaha mendatangi ke Kantor Pemkot. Tetapi, Bambang menghilang.

Dalam aksi kemarin, warga sempat mengancam tidak akan meninggalkan Kantor PDIP Jatim, sampai partai tersebut bisa mempertemukannya dengan Bambang DH. Namun, setelah berdialog panjang, mereka akhirnya bisa menerima penjelasan Nugroho. “Kalau sekarang jelas tidak bisa. Karena Ketua DPD juga sedang di Jakarta. Tapi saya janji akan sampaikan ini secepatnya dalam rapat pleno,” kata Nugroho. ian

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "