KLOJEN - SURYA-Kasus perdagangan wanita di Sidoarjo dengan tersangka Vino Aditya alias Novi, yang diberitakan Surya, Selasa (26/5) lalu, menimbulkan konflik baru. Seorang wanita asal Malang bernama Febi (menolak menyebutkan nama lengkapnya), mengaku sudah dicemarkan nama baiknya oleh tersangka, karena disebut-sebut sebagai salah satu wanita yang bisa di-booking
.
”Jangankan terlibat, saya sendiri tidak pernah kenal dengan tersangka,” keluh Febi, yang bekerja di sebuah salon ini, Jumat (29/5) kemarin.
Febi sendiri mengaku kaget, setelah melihat fotonya terpampang dalam pemberitaan tersebut. Foto Febi, diantara foto-foto wanita yang diakui tersangka sebagai anggota sindikatnya, ada di nomor tiga dari kiri.
Lalu, mengapa fotonya bisa sampai di ponsel milik tersangka? Febi menduga, foto wajahnya berasal dari ponsel milik Riri, mantan rekan sepekerjaannya yang sudah pindah ke Sidoarjo.
Dalam pemberitaan Surya, foto Riri ada persis di sebelah kiri foto Febi. ”Riri memang beberapa kali memotret saya lewat ponselnya,” tutur Febi.
Menurut Febi, begitu tahu foto miliknya ada diantara foto tersebut, dia langsung menghubungi Riri untuk meminta penjelasan. ”Saya tanya, kenapa foto saya yang ada di ponselnya bisa menyebar,” ucap wanita yang mengaku sudah memiliki anak ini.
Jawaban Riri, ponselnya memang sempat dipinjam oleh tersangka, yang merupakan teman satu kosnya di Sidoarjo. Ditanya apakah Riri menjadi salah satu anggota sindikat tersangka, Febi mengaku tak tahu. ”Saya tahunya mereka memang kenal. Tapi sejauh apa, saya tidak tahu,” ujar Febi.
Setelah tahu fotonya masuk koran, Febi mengaku malu dan tercemar nama baiknya. Meski fotonya sudah disamarkan, namun dia mengaku, beberapa teman, kerabat, dan suaminya tetap tahu bila itu foto wajahnya.
Untuk itu, Febi berniat menggugat tersangka secara perdata, bila memang ada pihak yang bersedia mendampinginya untuk menempuh proses tersebut. ”Saya tidak tahu bagaimana prosedurnya (menggugat). Tapi, kalau ada yang bisa membantu saya, saya bakal menempuh jalan itu,” ujarnya.
Febi juga menyesalkan kepolisian yang terburu-buru mempercayai pengakuan tersangka. Seharusnya, lanjut Febi, polisi lebih dulu menanyai satu persatu wanita di foto tersebut, apakah mereka terlibat atau tidak. k3
Editor : jps