SURABAYA - SURYA-Mau air bersih murah dan mudah? DW, warga Jl Kupang Jaya II/32 punya cara licin. Cukup dengan memasang kunci T, DW bisa menikmati air PDAM sepuasnya cukup dengan membayar rekening Rp 50.000 per bulan.
Aksi DW mencuri air PDAM selama lima tahun membuat perusahaan milik daerah ini rugi ratusan juta rupiah.
Kasus pencurian baru diketahui Jumat pagi (29/5) saat dua petugas sweeping PDAM, Bejo dan Buari, datang mengganti meteran untuk ditera. Dari situ Bejo dan Buari menemukan pipa T yang dipasang sebelum meteran. “Pipa ini untuk mengalirkan air ke persil lain tanpa sepengetahuan kami,” kata Buari saat ditemui di lokasi kejadian.
Dari temuan ini, Bejo dan Buari melaporkannya ke kantor PDAM. Anis Busrani, Ketua Tim Penertiban PDAM Kota Surabaya, menyebutkan hasil laporan pembayaran diketahui bahwa pelanggan dengan nomor 505-3121 itu terpasang dalam kelas III A dengan tagihan minimal per bulannya (10 meter kubik). Padahal air PDAM itu disalurkan ke tiga persil lainnya yang berarti harus digolongkan dalam kelas usaha.
Dari catatan PDAM terlihat setiap bulannya pelanggan ini hanya membayar Rp 50.000 per bulan. “Bahkan ada beberapa bulan tidak membayar karena meterannya diatur agar tidak bergerak,” sebut Anis yang juga Kepala Bagian Hukum PDAM.
Jika dibandingkan dengan tarif kelas usaha, selisihnya cukup besar. Untuk tarif usaha pemakaian 10 meter kubik ke bawah Rp 6.000 per meter kubik. Antara 10-20 meter kubik, Rp 8.000 per meter kubik, dan lebih dari 20 meter kubik Rp 9.500 per meter kubik. Diduga pemakaian PDAM di lokasi ini lebih dari 20 meter kubik per bulan. Iini terlihat dari pipa penampungan di belakang rumah sepanjang dua meter, lebar 1,5 meter, dan kedalaman 1,2 meter.
“Kalau dikalkulasi kerugian kami lebih dari Rp 100 juta,” ungkap Anis.
Kasus pencurian ini dilaporkan Anis ke Polres Surabaya Selatan hari itu juga. “Saat ini kami serahkan kasusnya ke polisi,” ujar Anis.
Sementara itu, DW, nama yang ada di kartu pelanggan ternyata sudah pindah ke Malaysia. Rumah empat persil itu kini dikuasai Stefanus. Stefanus inilah yang kemarin menemui petugas PDAM mengklarifikasi masalah ini. Kepada petugas dia mengaku tidak tahu soal pencurian air. “Saya baru beli rumah ini, jadi tidak tahu kalau ada pencurian,” aku Stefanus kepada petugas. uus
Editor : jps