Home » Berita Terkini

Flu Babi Merambah ke Singapura

SINGAPURA - SURYA - Wabah flu babi terus merambah Asia Tenggara. Setelah Filipina, Thailand, dan Malaysia, giliran pemerintah Singapura yang mengumumkan kasus pertama flu H1N1 di negari Singa itu. Riau sebagai tetangga dekat Singapura meningkatkan kewaspadaan.”Singapura mengkonfirmasi kasus pertama influenza A (H1N1),” demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Singapura, seperti dilaporkan harian The Straits Times, Rabu (27/5).

Kasus flu babi pertama di Singapura diderita seorang wanita usia 22 tahun yang baru kembali dari New York, Amerika Serikat. Ia berada di kota tersibuk di dunia itu pada 14 -24 Mei 2009. Ia pulang dengan menumpang Singapore Airlines, Selasa 26 Mei 2009. Selama dalam perjalanan di pesawat wanita itu kerap batuk.

Namun, wanita tersebut berhasil melewati alat pengukur suhu tubuh, thermal scan, di bandara karena diduga belum lagi demam. Saat berkonsultasi dengan dokter mengenai batuknya pada hari yang sama, wanita tersebut kemudian dirujuk ke rumah sakit. Setelah serangkaian tes dijalaninya, wanita itu dinyatakan positif sebagai suspect penderita flu babi.

Kementerian Kesehatan Singapura mengimbau penumpang pesawat yang duduk di sebelah wanita tersebut untuk melapor, begitu juga para penumpang lainnya. Petugas dari kementerian itu juga berusaha mencari orang-orang yang pernah kontak dengan wanita tersebut agar mereka bisa diberikan obat antivirus H1N1.

Selain itu, pemerintah Singapura terus meningkatkan sistem pengawasam di pintu-pintu masuk ke negeri pulau tersebut. Sementara wanita suspect flu babi tersebut kini dikarantina, ditempatkan di pusat penanganan penyakit menular. Hingga kemarin ia dalam kondisi baik.

Tak hanya di Singapura, kasus flu babi kembali ditemukan di Thailand. Seorang wanita berusia 20 tahun yang baru kembali dari Jepang dikarantina di sebuah rumah sakit di selatan Provinsi Pang Nga, Selasa (26/5) setelah mengalami demam tinggi.

Dokter mengatakan, mahasiswi Universitas Bangkok asal Provinsi Kalasin itu mengalami demam tinggi saat mengunjungi sanak saudara di Pang Nga.Pandemi
Menurut data yang dikeluarkan badan kesehatan dunia, WHO, Selasa (26/5), tiga negara di Asia Tenggara tercatat memiliki warga penderita kasus flu babi, yakni Malaysia 2 kasus, Filipina 2, Thailand 2. Singapura kemudian menjadi negara keempat, Rabu.

Virus H1N1menginfeksi 12.954 orang di 46 negara sejak merebak bulan lalu di Meksiko. Jumlah korban tewas mencapai 92 orang. Penyebaran virus H1N1 yang cepat di Meksiko, AS dan Kanada membuat WHO menaikkan level waspada pandemi dari fase empat ke fase lima pada 29 April 2009. Walaupun flu babi mulai mewabah di Jepang dan Spanyol, WHO masih belum menaikkan statusnya ke fase enam yang berarti transmisi virus dalam wilayah global.Riau waspada Masuknya virus H1N1 ke dua negeri tetangga terdekat, Malaysia dan Singapura, membuat Dinas Kesehatan Provinsi Riau lebih waspada. Pasalnya, mobilitas warga Riau ke dua negara tetangga itu cukup tinggi.

“Riau akan terus meningkatkan pengawasan untuk mengantisipasi masuk dan menyebarnya virus H1N1,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Riau Mursal Amir.

Ia menambahkan pengawasan fokus di bandara dan pelabuhan. Saat ini Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pekanbaru terus siaga denganalat pengukur suhu yang akan ditempelkan di dahi para penumpang dari luar negeri yang tiba di bandara maupun pelabuhan.

Alat tersebut akan mendeteksi suhu tubuh dari bagian dahi atau telinga manusia, dan akan berbunyi jika panas tubuh melebihi 36 derajat Celcius. “Apabila terdeteksi, penumpang yang suhu tubuhnya tinggi akan dibawa ke klinik kantor kesehatan pelabuhan untuk diperiksa,” kata Mursal.

Ibnu Hasan, Airport Duty Manager Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, mengatakan, pengawasan terhadap penumpang dari luar negeri semakin ditingkatkan. “Setiap hari ada penerbangan dari luar negeri di SSK II.

Petugas KKP selalu memeriksa penumpang menggunakan alat manual untuk mendeteksi suhu tubuh mereka,” tuturnya. Sementara pelaku usaha agen perjalanan di Pekanbaru tetap melayani paket perjalanan ke Singapura. “Saya yakin peralatan di bandara Singapura sudah canggih untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang. Lagi pula kasus flu babi kan belum meluas di Singapura. Jadi tidak perlu terlalu khawatir,” tutur Wenny Angelina, pengelola Hawai Tour and Travel. (rtr/afp/ans/art/ans/tribun pekan baru)

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "