Home » Berita Terkini

Semburan Gas Baru Terus Bermunculan di Porong

SIDOARJO | SURYA Online - Sebanyak enam semburan baru muncul secara sporadis di salah satu rumah warga RT 12 RW 4 Desa Pamotan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), yang berjarak sekitar satu kilometer dari pusat semburan lumpur Lapindo.

Ketua Divisi Gas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Dodie Irmawan saat dikonfirmasi di Sidoarjo, Kamis (28/5), mengatakan, semburan gas metana yang berada di area luar peta terdampak itu, awalnya terdeteksi tiga titik.

“Namun setelah dilakukan penelusuran lebih teliti, ternyata ada enam titik. Satu titik di luar rumah dan sisanya berada di dalam rumah,” katanya mengungkapkan.

Semburan itu pertama kali diketahui oleh pemilik rumah, berasal dari retakan dinding dan lantai rumah. “Semburan yang keluar dengan kadar ‘low explosive limit’ (LEL) di atas 100 persen (mudah terbakar) akan dilakukan adalah pipanisasi di sisi luar rumah” kata Dodie.

Namun demikian, untuk pipanisasi gas kali ini akan dirasa cukup sulit, karena semburan tersebut muncul di antara retakan-retakan dinding dan juga lantai rumah. “Untuk semburan yang berasal dari sela -sela tembok akan sulit dilakukan pipanisasi,” katanya menjelaskan.

Sebelumnya, semburan disertai gas mudah terbakar terus bermunculan di luar peta terdampak, yakni di sebelah kiri jalan tol Porong, arah Sidoarjo. Kawasan tersebut masuk Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin. Tetapi, lokasinya di tengah persawahan, sehingga tidak berdampak langsung terhadap warga.

Dodie menyatakan, meski tidak berada di permukiman warga, lokalisasi tetap harus dilakukan. Sebab, kadar gasnya “overage”.

Ia juga membenarkan bahwa fenomena semburan mulai bermunculan akhir-akhir ini, dipengaruhi oleh beban penumpukan dalam kolam lumpur. “Bukan hanya semburan baru, tapi juga banyak semburan yang sudah mati aktif kembali,” kata Dodie.

Lokalisasi direncanakan menggunakan sistem “flaire”, yakni, pemasangan pipa berdiri dan mendatar. Pipa berdiri sepanjang lima meter itu berfungsi mengalirkan gas ke atas, sedangkan pipa mendatar berfungsi mengalirkan air yang mungkin keluar bersama gas.

Menurut Dodie, dalam beberapa bulan terakhir terjadi fenomena perluasan semburan gas baru di sekitar peta terdampak lumpur. Salah satu penyebab perluasan semburan itu adalah tingginya beban penumpukan lumpur di tanggul kolam penampungan lumpur.

Sejak Oktober 2008, semburan lumpur sudah tidak dialirkan ke Sungai Porong. ant

Editor : Sugeng Wibowo

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "