PALANGKA RAYA | SURYA Online - Berkaitan dengan transisi kepemimpinan nasional melalui pemilihan presiden yang merupakan momentum penting merubah paradigma pembangunan ekonomi nasional, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia atau KAMMI wilayah Kalimantan mengeluarkan 5 sikap politik kepada calon presiden dan wakil presiden.
Penuturan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat KAMMI Kalimantan Cynthia Mayang Sari ketika dihubungi dari Palangka Raya, Kamis (28/5), sikap politik ini dirumuskan dalam Musyawarah Wilayah KAMMI Kalimantan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan yang diikuti seluruh pengurus daerah KAMMI di empat provinsi di Kalimantan.
Lima sikap politik KAMMI Wilayah Kalimantan yang ditujukan kepada calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan berlaga pada 8 Juli nanti tersebut adalah sebagai berikut.
Pertama, untuk meninjau kembali perjanjian atas pengelolaan atau penguasaan s umber daya alam nasional oleh swasta/asing.
Kedua, mewujudkan tatanan ekonomi yang berkeadilan untuk kesejahteraan seluruh rakyat. Ketiga, menyetop utang dan memberdayakan potensi ekonomi nasional/lokal sebagai modal pembangunan nasional.
Keempat, memiliki karakter yang yakin dengan kekuatan sendiri dalam mengelola ekonomi nasional untuk kesejahteraan rakyat dan menolak konsep neoliberal dari pihak manapun.
Kelima, menyerukan kepada KAMMI pusat untuk membuat kontrak politik dengan para capres, agar dapat mengevaluasi kinerja presiden dalam jangka waktu tertentu. cas/kcm
Editor : Sugeng Wibowo