Home » Nasional & Politik

Hanura Khawatir Jadi Mainan

Surabaya-Surya-Partai Hanura Jatim mengkhawatirkan para kadernya di parlemen menjadi mainan para politisi lama, yang menjadi mitra sekaligus lawan politiknya.

“Anggota dewan dari Hanura, semuanya new comer (pendatang baru) dan otomatis nol pengalaman. Ini bisa membuat mereka gagap dan akhirnya menjadi mainan politisi yang lebih berpengalaman, hanya menjadi stempel terhadap keputusan DPRD,” jelas Sudjatmiko, Wakil Ketua Hanura Jatim, Rabu (27/5).

Dengan kekhawatiran itu, Hanura Jatim akan menggelar pendidikan politik singkat sebelum dilantik akhir Agustus. ‘Target kami, mereka secepatnya bisa memahmi tugas, wewenang, serta hak-hak yang melekat. Ini penting untuk menjalankan tugas, sekaligus menghindari jebakan-jebakan politik, misalnya lahirnya putusan yang ujung-ujungnya untuk mendapatkan materi. Ini banyak terjadi dan akhirnya menyeret anggota dewan dalam kasus korupsi,” jelas Sudjatmiko.

Selain pemahaman kerja, termasuk soal penyusunan APBD, Hanura juga memasukkan pemahaman tentang penampilan dan etika kerja. Mereka tidak ingin penampilan dan perilaku buruk kadernya selama memegang status wakil rakyat. “Mulai sekarang mereka harus mengubah perilaku.

Soal bicara misalnya, kemarin-kemarin kan banyak anggota dewan yang asbun (asal bunyi) dan asal lantang. Kami tidak mau anggota Hanura begitu. Mereka kami dorong terus bicara lantang, tapi bertanggung jawab, artinya ucapan itu didukung data dan pemahaman aturan yang benar,” tegasnya.

Jumlah kader Hanura di Jatim yang akan menggunakan pin wakil rakyat ini berjumlah 77 orang. Rinciannya 73 orang tersebar di 38 DPRD kota/kabupaten dan empat lainnya di DPRD Jatim. “Ini modal penting bagi kelangsungan partai. Sebab anggota dewan ini biasanya menjadi ukuran bagi masyarakat dalam melihat baik dan buruknya partai. Karena itu kami tidak menoleransi anggota yang tidak memberi kontribusi pada masyarakat,” katanya.ian

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "