DENPASAR | SURYA Online - Puluhan orang dari berbagai lapisan masyarakat di 14 provinsi di Indonesia mengikuti latihan kesiapsiagaan menghadapi pandemi influenza, termasuk flu babi.
“Latihan ini digelar mulai 18 hingga 20 Mei 2009, melibatkan berbagai sektor di pemerintahan , unit pelayanan, lembaga swadaya masyarakat, tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan,” kata staf komunikasi lokakarya tersebut, Arie Rukmantara, di lokasi acara di Sanur, Bali, Selasa (19/5).
Peserta pelatihan tersebut berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Papua, Maluku, Bali, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Menurut Arie, kegiatan itu digelar oleh Komnas Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (FBPI) bekerjasama dengan Universitas Udayana, Universitas Mahasaraswati dan Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) Bali.
Pihaknya, lanjut Arie, perlu memberikan penjelasan yang lengkap kepada masyarakat disertai bagaimana menghadapinya, karena flu babi sudah memasuki fase lima dengan penularan dari manusia ke manusia. Dengan fase itu, maka tinggal satu fase lagi flu babi akan menjadi pandemi.
“Pandemi itu suatu keadaan dimana penyakit tersebut sudah berjangkit dimana-mana. Pada lokakarya ini kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan berbagai sarana komunikasi yang ada seperti telepon, faksimile, handy talky, chatting di internet atau mungkin face book,” katanya.
Semua alat komunikasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, guna mengatasi keadaan jika suatu ketika terjadi pandemi influenza, termasuk flu babi yang saat ini diberi nama “H1N1 2009″.
Arie mengingatkan, bahwa lokakarya tersebut menitikberatkan pada tiga sektor, yakni transportasi, komunikasi serta anak-anak dan perempuan. Ketiga sektor itu dibuat simulasi mengenai kesiapan masing-masing kelompok masyarakat menghadapi pandemi.
Menurutnya, sosialisasi untuk menyadarkan masyarakat memang membutuhkan waktu panjang dan tidak mudah. Namun demikian, kalau masyarakat sudah bisa disadarkan bahwa pandemi itu akan ada, maka selanjutnya akan mudah untuk diajak mengantisipasi.
“Kami juga membahas hal-hal mendasar jika ada orang yang terkena influenza agar jangan keluar rumah, istirahat yang cukup, tidak bersin atau batuk sembarangan dan lainnya. Misalnya juga cuci tangan dan lainnya,” jelas Arie.
Setelah itu, tambahnya, sapu tangan yang digunakan untuk bersin dan batuk agar dicuci bersih dengan antiseptik atau tisu juga dibuang di tempat sampah.
“Di lokakarya ini, kami juga putarkan film mengenai keadaan jika di suatu wilayah terjadi pandemi influenze. Di film itu juga digambarkan bagaimana penularan virus itu begitu cepat, apalagi jika terjadi pandemi,” ujar Arie. ant
Dibaca: 271 kali
Fourteen provinces in Indonesia to do pandemic simulation « Bird Flu Information Corner
[...] Source: Indonesia newspaper, Surya. http://www.surya.co.id/2009/05/19/14-provinsi-di-indonesia-latihan-siaga-pandemi-influenza.html [...]