JAKARTA - SURYA - Kualitas hidup di Jakarta relatif masih rendah dibandingkan kota-kota metropolitan di dunia. Jakarta berada di urutan ke-140 di antara 440 kota yang disurvei. Namun, posisi Jakarta naik enam tingkat dibandingkan posisi tahun lalu, yaitu posisi ke-146.
Demikian yang terungkap dari hasil survei lembaga internasional Mercer tahun 2009, seperti disampaikan Survey Manager Global Mobility Mercer Indonesia Rini Firdaus, Rabu (6/5).
Pemeringkatan kota-kota dalam survei tahun ini mengidentifikasi kota-kota dengan infrastruktur terbaik berdasarkan pasokan listrik, ketersediaan air, layanan telepon dan pos, pengadaan transportasi umum, kemacetan lalu lintas, serta kualitas penerbangan internasional di bandara lokal.
Menurut Rini, kualitas hidup di Jakarta masih kalah dibandingkan kota-kota di negara-negara Asia Tenggara karena masalah kemacetan lalu lintas dan banjir yang belum terpecahkan sampai sekarang.
Dalam survei itu, Singapura berada di urutan teratas kota-kota di Asia. Singapura berada di posisi ke-26, naik enam tingkat dibandingkan tahun 2008. Singapura semakin penting sebagai pusat finansial, menawarkan berbagai sekolah internasional dan swasta untuk memenuhi kebutuhan komunitas ekspatriat.
Di Asia Tenggara, Jakarta kalah dari Singapura, Kuala Lumpur (posisi ke-75), Bangkok (120), dan Manila (131).
Stabilitas membaik
Kepala Solusi Informasi Produk Mercer untuk ASEAN Puneet Swani menjelaskan, stabilitas internal Jakarta membaik akibat berkurangnya demonstrasi dan kekisruhan sipil tahun ini. Namun, meskipun penegakan hukum semakin demokratis, hukum sipil masih kurang lengkap dan Jakarta masih mengalami petaka akibat korupsi dan rasisme.
Di kawasan Asia Tenggara, Jakarta berada di atas Mumbai (148), Hanoi (149), dan Ho Chi Minh City (150).
Secara global, survei itu menyebutkan, Vienna (Austria) merupakan kota paling nyaman di dunia. Sebanyak 420 kota di dunia yang disurvei. Aspek yang dianalisis adalah kondisi sosial politik, ekonomi, sosio-kultural, kesehatan dan sanitasi, sekolah dan pendidikan, layanan publik dan transportasi, rekreasi, barang konsumsi, hunian, dan kondisi alami. KSP/kompas
Dibaca: 1505 kali