Takut Dibunuh, Tersangka Diisolasi, Antasari Sangkal Kenal Rani Juliani

Jakarta - Surya-Kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen masih diliputi teka-teki. Banyak rumor bermunculan terkait kasus penembakan 14 Maret 2009 yang menyeret nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Antasari Azhar itu. Bahkan kini tersangka pembunuh Nasrudin diisolasi karena ada isu mereka menjadi sasaran pembunuhan.

Perlakuan khusus terhadap para tersangka pembunuh Nasrudin Zulkarnaen mulai diberlakukan Minggu (3/5). Mereka dijaga sangat ketat oleh aparat Satuan Kejahatan dengan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya di sel tahanan khusus yang dirahasiakan tempatnya.
”Ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata seorang penyidik Polda Metro Jaya, Minggu (3/5).

Penjagaan ketat tercermin dari pengecekan setiap satu jam sekali oleh aparat Jatanras. Mereka tidak mengizinkan siapa pun untuk menjenguk para tersangka. “Ini berlaku sampai proses penyidikan selesai,” kata penyidik itu.

Bahkan seorang anggota DPR RI pun tak berhasil mendapat izin polisi untuk menjenguk tersangka. Hal ini dirasakan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Suripto yang kemarin siang berencana menjenguk Sigid Haryo Wibisono, bos koran dan politisi yang telah dinyatakan sebagai tersangka. Karena tetap tak diizinkan, Suripto pun pulang.

Terancamnya nyawa para eksekutor pembunuhan Nasrudin ini sehari sebelumnya dilonrkan oleh Boenyamin, pengacara keluarga Nasrudin. Saat diwawancarai di Solo, Sabtu (2/5), Boenyamin meminta kepolisian melindungi dua eksekutor pembunuh Nasrudin yang berinisial H dan E. Nama yang beredar terkait inisial ini, H adalah Henrycus, sedangkan E adalah Edo.

Boenyamin meminta kedua eksekuto itu dipindahkan dari sel tahanan dan ditempatkan di ruang khusus dengan penjagaan super ketat. “Permintaan ini terkait adanya ancaman kepada dua pelaku tersebut untuk mencegah upaya menghilangkan jejak,” katanya.

Ancaman tersebut diduga datang dari pihak-pihak tertentu agar kasus pembunuhan Nasrudin buntu. Dua eksekutor tersebut merasa terancam keselamatannya setelah menjalankan tugasnya menghabisi Nasrudin

Dikatakan Boenyamin, dua eksekutor Nasrudin itu berhasil ditipu oleh otak pembunuhan yang mengatakan bahwa mereka diminta untuk membunuh orang yang akan membocorkan rahasia negara.
Mendengar hal itu, dua eksekutor yang pernah mendapat pendidikan semi militer dan memiliki pengalaman menembak itu pun langsung menerima tawaran tersebut.

“Keduanya hanya diberitahu, objek yang akan dikerjakan adalah orang yang berbahaya dan mengetahui banyak rahasia negara. Sehingga obyek yang akan dibidik kedua eksekutor tersebut sangat berpotensial membocorkan rahasia negara. Merekapun percaya,” kata Boenyamin.

Minggu (3/5) kemarin sekitar pukul 14.30 WIB, salah satu tersangka yang diduga berperan sebagai eksekutor, dibon oleh penyidik ke luar tahanan. Eksekutor yang diketahui bernama Henrycus itu dibawa keluar dari tahanan Polda Metro Jaya.

Henrycus yang berbadan gempal tinggi itu keluar dari tahanan dan ditutup kepalanya dengan menggunakan kaos hijau. Dengan bercelana pendek jins, berkaos merah, dan bersendal jepit, ia tanpa diborgol langsung dibawa masuk ke dalam mobil Toyota Kijang perak nomor polisi B 2802 MC. Henrycus dikawal empat polisi.

Sipir penjaga tahanan Polda Aiptu Ali yang dikonfirmasi wartawan mengaku tidak tahu ke mana Henrycus dibawa. “Dia mau diperiksa di luar tapi nggak tahu di mana. Tidak ada pengacaranya,” jawabnya. Dari Ali pula diketahui nama tahanan tersebut bernama Henrycus, salah seorang tersangka yang berasal dari Flores.

Namun Ali memastikan, hanya satu orang saja dari 6 tersangka pembunuh Nasrudin yang dibon penyidik. “Lainnya masih di dalam,” imbuhnya.

Hingga kini, Polda Metro Jaya sudah menetapkan 6 tersangka dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar yang disebut-sebut terkait kasus ini akan diperiksa sebagai saksi Senin (5/5) hari ini pukul 10.00 WIB di Polda Metro Jaya.

Tegaskan Masih Saksi

Minggu siang, Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar akhirnya muncul menggelar jumpa pers.di kediamannya di perumahan Giri Loka II, Serpong, Tangerang, Banten.
Antasari menegaskan dirinya masih berstatus sebagai saksi dalam kasus pembunuhan Nasrudin. “Sampai saat ini, saya ditetapkan sebagai saksi,” ujar Antasari.

Dalam kesempatan itu, ia juga meyakinka akan memenuhi pemanggilan pihak kepolisian terkait dugaan keterlibatan dirinya dalam kasus Nasrudin. Bahkan, ia mengaku akan datang lebih awal. “Saya akan datang besok pukul 08.30 WIB, dari rumah,” tambahnya.
Antasari juga sempat meminta maaf pada publik terkait beberapa pemberitaan terakhir. Khususnya, berbagai simpang siur sebagai otak pembunuh Nasrudin.
“Saya minta rekan-rekan menilai secara objektif, dan saya memohon dukungan masyakarat,” pungkasnya.

Antasari membantah semua opini yang terkait dengan kasus yang menimpanya. Atas tuduhan yang dikenakan terhadap dirinya, ia belum bisa menjawab mengenai substansi kasusnya, karena baru Senin ini menjalani pemeriksaan. “Saya penegak hukum dan sangat menghargai proses hukum. Terhadap opini itu, saya membantah, kalau substansi kasus saya tak bisa menjawab sekarang,” ujar Antasari.

Antasari menyatakan anak dan istrinya istrinya yang telah mendampinginya selama 26 tahun membuat dirinya tegar menjalani kasus yang melibatkannya saat ini. “Ini menjadi kekuatan saya,” kata Antasari yang mengenakan jas warna hitam dipadu baju putih. Antasari menyatakan siap diperiksa Polda dan akan didampingi para pengacara yang tak lain teman-temannya.

Selama jumpa pers, Antasari didampingi istrinya, Ida Laksmiwati yang mengenakan gaun hitam dengan corak bulat-bulat warna putih. Lalu pasangan suami istri itu duduk di kursi dengan didampingi kuasa hukum yang berdiri di belakangnya. Di antaranya M Assegaf, Hotma Sitompul, Juniver Girsang, Farhat Abas, dan Ari Yusuf Amir, serta artis Anwar Fuadi.

“Karena saya pejabat negara yang sedang menghadapi satu kasus sebagai saksi, maka untuk tidak mengganggu tugas-tugas rencana strategis KPK maka saya menyatakan mohon cuti,” kata dia mengenai statusnya di KPK.
Pada kesempatan itu, dengan suara lantang Antasari menampik mengenal Rani
Juliani, 22, caddy (pemungut bola golf) yang diduga menjadi pemicu penembakan
Nasrudin, “Sudah saya katakan tidak benar. Itu semuanya hanya opini yang jauh
dari substansi masalah,” tegasnya.

Menurut Antasari, kini telah berkembang rumor yang berupaya untuk menghilangkan masalah sebenarnya, yakni soal korupsi dengan berupaya untuk menonjolkan persoalan lain termasuk masalah pembunuhan.

Sementara itu Ida Laksmiwati menyatakan, sejak kecil dia terbiasa dengan kondisi ini. “Karena bapak saya juga sama (penegak hukum). Namun apapun yang terjadi, saya percaya suami saya,” kata dia. Ida mengaku sering menrima teror, terutama ketika suaminya menjadi ketua KPK. “Tapi sebagai istri, saya harus tetap tegar,” kata dia.

Ida mengaku tetap mempercayai sang suami yang diberitakan terlibat kasus pembunuhan gara-gara cinta segitiga. Ia menganggap isu yang menerpa sang suami sebagai teror yang sudah biasa dihadapinya. “Mengenai berita yang beredar, saya tetap percaya pada suami saya. Itu hanyalah teror,” kata Ida.

Dalam jumpa pers itu Antasari sempat mencium dua kali sembari memeluk istrinya. Namun dia tidak mau menjawab lontaran pertanyaan wartawan. Usai memberikan keterangan pers, dia lalu masuk ke rumahnya diikuti tim penasehat hukumnya, dan terlihat menaiki lantai dua rumahnya.

Istri Antasari Azhar, Ida Laksmiwati mengaku tetap mempercayai sang suami yang diberitakan terlibat kasus pembunuhan gara-gara cinta segitiga. Ia menganggap isu yang menerpa sang suami sebagai teror yang sudah biasa dihadapinya.

“Mengenai berita yang beredar, saya tetap percaya pada suami saya. Itu hanyalah teror,” kata Ida dalam jumpa pers di pekarangan rumah Antasari, Giri Loka BSD, Serpong, Tangeran, Banten, Minggu (3/5/2009).
Ida mengaku sudah tidak asing lagi menghadapi teror karena sejak kecil sudah pernah mengalaminya. Ayah Ida juga penegak hukum seperti Antasari. Ia berkisah sejak Antasari menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), teror semakin sering diterimanya. “Jadi saya tidak kaget,” kata Ida.
Dalam jumpa pers itu, Antasari sempat dua kali mencium Ida.
Dalam kasus Antasari-Nasrudin, muncul nama Rani Juliani yang disebut-sebut sebagai perempuan yang terlibat cinta segitiga dengan dua petinggi tersebut. Rani adalah caddy golf tempat Antasari dan Nasrudin sering main. Perempuan manis ini disebut-sebut telah nikah siri dengan Nasrudin dan kemudian ‘diganggu’ Antasari. Pangkal cinta segitiga itulah yang diduga menyebabkan Antasari memerintahkan Nasrudin dihabisi. Dor!

Dibaca: 23 kali

  • Editor : jps

Komentar anda

  1. Daftar Berita Antasari A, Nasrudin Z, dan Rani Juliani « Putra Rafflesia Senin, 4 Mei 2009 - 12:09:56

    [...] Takut Dibunuh, Tersangka Diisolasi, Antasari Sangkal Kenal Rani Juliani [...]

  2. Daftar Berita Antasari A, Nasrudin Z, dan Rani Juliani « Lebihcepatlebihbaik’s Blog Kamis, 7 Mei 2009 - 01:15:04

    [...] Takut Dibunuh, Tersangka Diisolasi, Antasari Sangkal Kenal Rani Juliani [...]

  3. eko Kamis, 7 Mei 2009 - 12:11:41

  4. hasna Kamis, 14 Mei 2009 - 11:30:44

    Ayooo Ran segera nongol dan tunjukkan dirimu, ngomomg aja dengan sejujurnya apa yang kamu ketahui dalam kasus ini. Kamu pasti biiiiisssaaaaa.

Kirim Komentar

Viagra | Levitra | Cialis | Viagra Online | Tramadol