Meksiko Tuding China Diskriminatif, Karena Warganya Dilarang Masuk China

MEKSIKO-SURYA-Pemerintah Meksiko menuduh Beijing bertindak diskriminasi terhadap warganya dan menganjurkan mereka untuk tidak pergi ke China setelah sebuah hotel di Hongkong ditutup menyusul adanya konfirmasi seorang tamu warga Meksiko mengidap virus flu babi.

Menteri Luar Negeri Meksiko Patricia Espinosa, Sabtu (2/5), juga mengecam China dan empat negara Amerika Latin lainnya karena melarang penerbangan-penerbangan dari Meksiko. Seperti diketahui, Meksiko adalah pusat dari merebaknya flu H1N1 yang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dikhawatirkan akan menjadi pandemi global.

Dalam konferensi pers, Espinosa mengecam penguasa di Hongkong karena mengarantina Hotel Metropark setelah hasil tes menunjukkan, seorang tamu warga Meksiko berumur 25 tahun terinfeksi virus tersebut. Sekitar 200 tamu dan 100 karyawan hotel itu diperintahkan dikurung di dalam hotel selama tujuh hari.

“Ini adalah tindakan diskriminasi, tanpa alasan. Kementerian Luar Negeri merekomendasikan untuk menghindari kunjungan ke China sampai tindakan-tindakan itu dikoreksi,” kata Espinosa.

Dia juga mengecam China, di samping Argentina, Peru, Ekuador, dan Kuba yang juga menghentikan penerbangan-penerbangan dari Meksiko karena merebaknya virus flu babi itu. Padahal, secara tradisi Meksiko mempunyai hubungan yang baik dengan semua negara itu. Kementerian Luar Negeri China tidak segera menanggapi kecaman-kecaman yang dilontarkan Espinosa.

Penyebaran flu babi terus berlanjut.Korea Selatan mengkonfirmasikan kasus pertama keturunan baru virus flu babi, setelah kasus pertama Asia dilaporkan oleh Hong Kong Jumat.
Jumlah negara dan kawasan yang tertular virus ini di seluruh dunia kini mencapai 16, termasuk kasus di Korea Selatan dan dua kasus terakhir dilaporkan oleh Prancis.

Jumlah orang yang tertular virus ini di seluruh dunia telah mencapai 658 orang, dan 17 di antara mereka meninggal Sabtu di Asia Timur. afp/ap/bbc/ton

Dibaca: 104 kali

  • Editor : jps

Kirim Komentar