Probolinggo-Surya-Warga di Kecamatan Paiton memprotes proyek penggalian gorong-gorong yang dilakukan di sepanjang jalan pantura sisi utara. Protes itu lantaran pengerjaan penggalian dan pemasangan gorong-gorong dari beton tidak terlihat rapi.
Bahkan, di pertigaan menuju Ponpes Nurul Quran dan Ponpes Nurul Jadid masih terbengkalai. Galian dibiarkan menganga dengan posisi melintang di tengah pertigaan, sehingga membuat kendaraan roda empat tidak bisa melintas.
“Galian ini sudah hampir seminggu dibiarkan terbengkalai seperti ini. Proyek ini tidak jelas,” ujar Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Probolinggo, HA Musayyib kepada Surya.
Namun Musayyib yang juga pengasuh Ponpes Nurul Quran mengaku kebingungan untuk melakukan protes. “Itu tidak jelas, apakah proyek dari pusat atau provinsi. Tidak ada papan nama. Ini namanya, membangun tapi menggangu masyarakat,” ungkapnya.
Dikonfirmasi terpisah Kabag Kominfo Pemkab Probolinggo, Tutug Edi Utomo juga mengaku tidak tahu menahu dengan proyek galian tersebut. “Kami sudah koordinasikan dengan Dinas PU kabupaten. Mereka juga tidak tahu. Berarti, itu proyek pusat atau bisa jadi proyek provinsi,” ujarnya. st4
Editor : jps