Upaya Daisy Fajarina mendapatkan informasi kejelasan nasib anaknya, Manohara Odelia Pinot, model yang diduga diculik dan disekap putra Raja Kelantan, Malaysia, Tengku Muhammad Fakhry, rupanya masih buntu.
Hingga kini, keinginan Daisy bertemu Manohara belum mendapatkan titik terang. Kendati Daisy sudah berupaya menemui dan menghubungi sejumlah instansi mulai dari Komnas HAM, Komnas Perempuan, Deplu, kedubes Indonesia di Malaysia. Lalu Rabu (29/4) kemarin, Daisy melaporkan kembali kasus ini ke Mabes Polri.
Daisy yang didampingi pengacara keluarga, Yuri Darmas, dan Kuasa Hukum dari OC Kaligis & Associates, yakni Afrian Bondjol, juga sudah melayangkan surat ke Ibu Negara, Ani Susilo Bambang Yudhoyono, untuk meminta dukungan agar Manohara lepas dari penyekapan yang dilakukan sang suaminya, Tengku Temenggong Muhammad Fakhry.
“Kami hari ini melaporkan kembali kasus ini ke Mabes. Dulu, kami pernah melapor, tapi tidak ada tindak lanjut. dan kali ini, kita coba lagi,” kata Daisy. Menurut Yuri, pihak Mabes akan mengaji ulang laporan beserta bukti yang disampaikan keluarga Manohara. “Secara yurisdiksi, kasus ini kan lintas negara. Mabes akan mengaji secara hukum, apakah kasus ini masih masuk wilayah kita, atau ada kemungkinan untuk bekerjasama dengan pihak kepolisian Malaysia,” papar Yuri kepada Warta Kota kemarin.
“Padahal, semestinya, bulan Juni ini, adik saya (Manohara) berangkat ke New York, jadi ambassador The JohnRobert Power Indonesia. Ini berawal ketika Mano terpilih sebagai 100 Pesona Indonesia versi Majalah Harper’s Bazaar,” ujar Dewi Sari Asih, kakak Mano, saat dihubungi Warta Kota, Rabu (29/4).
Namun hingga kini, keluarga Mano tak lagi mendapat kabar langsung dari yang bersangkutan. Merekahanya bisa memandangi foto-foto Mano yang dipublikasikan oleh Kerajaan Kelantan, Malaysia, dalam berbagai kegiatan.
Sehari sebelumnya, Daisy menyatakan bahwa dirinya tak percaya kendati ada pihak yang menyampaikan, pencekalan terhadap dirinya sudah dicabut. “Semestinya, pencabutan pencekalan dilakukan secara tertulis, resmi, ada surat yang sah. Jangan hanya verbal. Seperti ketika mereka memberikan surat sah untuk pencekalan terhadap saya,” ujar Daisy.
Daisy juga menanggapi pernyataan Mohd Soberi, sahabat Tengku yang menyampaikan bahwa Raja Kelantan akhirnya mengirim utusan ke Jakarta untuk menemui Daisy. “Saya sudah dua kali menerima utusan itu, namanya Mazda. Dia itu bukan utusan yang kompeten untuk mewakili raja, karena dia itu hanya pembantu istana. Kayaknya, mereka (Kerajaan) meremehkan saya,” ujar Daisy.
Sebelum maraknya pemberitaan kasus Manohara di media, pengacara OC Kaligis pernah berupaya melaporkan kasus ini kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia. Kaligis berharap KBRI mau mengirim surat resmi untuk melakukan pembicaraan mengenai nasib Manohara. Tapi, KBRI enggan melakukannya. Mereka lebih memilih pendekatan personal.
Pihak KBRI dan tim dari OC Kaligis akhirnya melakukan pendekatan kepada pemuka agama, yakni pada Datuk Sukri, mufti kerajaan yang menikahkan Manohara dan Tengku Muhammad Fakhry. Mereka meminta agar dapat bertemu dengan Raja untuk berdialog mengenai kejelasan nasib Manohara. Tapi rupanya, Raja Kelantan bergeming. Melalui mufti Datuk Sukri, pihak keluarga kerajaan menolak pertemuan itu. OC Kaligis pun curiga, mengapa Daisy dilarang menemui anaknya, jika Manohara memang tidak ada apa-apa. yus/warkot
Editor : jps