Home » Surabaya Metro

Daging Babi Dilarang di Sidoarjo

Sidoarjo - Surya-Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Saiful Ilah melarang penjualan daging babi di Sidoarjo. Dia menyatakan tidak perlu risau dengan flu babi karena di Sidoarjo tidak ada peternakan babi. Menurut Humas Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Pemkab Sidoarjo, Sugianto, dulu di Krian ada peternakan babi tetapi sekarang sudah tutup.

Meski begitu, larangan ini tetap dilontarkan Saiful saat sidak ke Supermarket Giant Sun City Jl Pahlawan sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam sidak itu, dia tidak menemukan daging babi atau abon daging babi. “Saya akan keluar masuk sendiri memantau apakah supermarket lain menjual daging babi,” tegasnya, Rabu (29/4).

Store Manager Supermarket Giant Sun City, Tri Endah, menyatakan tidak pernah menjual daging babi. “Hanya ada daging sapi dan daging ayam,” tutur Tri Endah.

Belajar dari penanganan flu burung, antisipasi dilakukan RSUD Sidoarjo dengan menyediakan dua ruang isolasi yang selama ini dipakai pasien flu burung. Kepala Bidang Pelayanan RSUD Sidoarjo, Dr Atok Irawan SpP, menuturkan meski belum ada yang terinfeksi sudah disiapkan ruang untuk mewaspadai flu babi.

RSU Dr Soetomo Surabaya tak mau ketinggalan. Sama seperti di Sidoarjo, rumah sakit rujukan untuk wilayah Indonesia Timur itu memakai dua ruang isolasi yang selama ini dipakai untuk pasien flu burung di ruang isolasi ICU bagian anestesi yang terletak di belakang Instalasi Rawat Darurat (IRD).

Ada dua tempat tidur dilengkapi respirator dan peralatan monitoring medis. Sebagai cadangan telah disiapkan enam tempat tidur di ruang intermediet paru. Selain persiapan ruang, tenaga tim medis juga sudah disiapkan terdiri dari dokter ahli paru, dokter ahli anestesi, dokter ahli anak, dokter ahli mikrobiologi, perawat, dan 50 operator.

Tim Penanggulangan Flu Burung RSU Dr Soetomo yang juga menjadi Ketua Penanggulangan Flu Babi, dr JF Palilingan sp P (K), menjelaskan alur penanganan pasien. Pasien masuk ke IRD selanjutnya tim dokter melakukan pemeriksaan intensif dan tindakan medis. Jika dinyatakan positif, pasien dibawa ke ruang khusus.

Sementara itu Wakil Direktur Pelayanan Medik (Wadir Yanmed) RSU Dr Soetomo, dr Urip Murtejo menambahkan tim ini juga menjadi konsultan bagi rumah sakit di daerah. Saat ini persediaan obat tamiflu untuk pasien flu babi maupun flu burung di RSU Dr Soetomo masih cukup, ada 400 kapsul. rey/mif

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "