Home » Berita Terkini

Daging Babi Dilarang Beredar di Sidoarjo

SIDOARJO | SURYA Online - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), melarang peternakan dan peredaran daging babi di wilayah setempat, menyusul merebaknya virus flu babi.

Larangan ini diberlakukan, guna mengantisipasi merebaknya virus flu babi yang mewabah di sejumlah negara, kata Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Saiful Ilah saat melakukan peninjauan di sejumlah pasar swalayan di Sidoarjo, Rabu (29/4).

Pihaknya tidak menemukan daging babi saat melakukan peninjauan ke beberapa pasar swalayan yang diduga menjual daging babi maupun abon yang terbuat dari daging babi.

“Setelah kami sidak, ternyata swalayan di Sidoarjo tidak ada yang menjual daging babi dalam bentuk apapun,” katanya menegaskan.

Menurut Wabup, di Sidoarjo peredaran daging babi maupun ternak babi bisa dibilang kecil, bahkan tidak ada. Namun, setelah flu babi melanda di beberapa negara, pihaknya terpaksa melarang peredaran babi, karena tidak ingin virus mematikan itu mewabah di Sidoarjo.

Swalayan yang disidak antara lain, pusat perbelanjaan “Giant” yang berada di “Sun City Mall” dan sejumlah pasar lainnya. “Kalau ada pedagang yang masih jualan daging babi, besok jangan berjualan lagi. Ini untuk keselamatan bersama,” katanya.

Secara terpisah, Humas Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Pemkab Sidoarjo, Sugianto mengatakan, di Sidoarjo saat ini sudah tidak ada lagi peternakan babi. Sehingga kekhawatiran penyebaran virus flu babi dari peternakan babi sangat kecil.

“Di Sidoarjo tidak ada ternak babi, karena di sini mayoritas warganya muslim. Dulu memang pernah ada, tapi setahun lalu sudah berhenti beroperasi,” ungkapnya.

Meski virus tersebut belum masuk di Indonesia, pihaknya tetap melakukan antisipasi dan diharapkan tidak sampai menyebar. Selain itu, sampai saat ini memang belum ada tembusan ataupun instruksi apapun dari Dinkes Jatim maupun pusat terkait masalah ini.

“Flu babi adalah penyakit pernapasan babi yang disebabkan virus influenza tipe A yang sering menyebabkan wabah influenza di babi, dengan angka kematian rendah. Sebagian besar wabah terjadi pada akhir musim dingin dan bulan-bulan di mana juga terjadi wabah flu pada manusia,” jelas Sugianto. ant

Editor : Sugeng Wibowo

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "