Krisis, Arus Petikemas Tinggi, Marak Perdagangan Domestik

SURABAYA - SURYA
Di tengah dampak krisis global terhadap perekonomian nasional, aktivitas perdagangan domestik tetap tinggi. Bahkan pelaku usaha semakin banyak menggunakan jasa peti kemas untuk pengiriman barang antarpelabuhan menggantikan pengiriman dengan kargo umum maupun curah.

Kahumas PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Iwan Sabatini mengungkapkan, peningkatan aktivitas bongkar muat peti kemas terjadi pada sebagian besar cabang-cabang pelabuhan di bawah pengelolaan PT Pelindo III. Lonjakan aktivitas peti kemas terlihat di kawasan Indonesia Timur yaitu di Pelabuhan Tenau Kupang.

“Untuk rute domestik banyak terkait dengan aktivitas pengiriman barang dari Jatim untuk kebutuhan masyarakat di NTT (Nusa Tenggara Timur) dan sekitarnya,” ujar Iwan, kepada Surya, Senin (27/4).

Menurut data Pelindo III, pertumbuhan aktivitas di dermaga Pelabuhan Tanjung Perak, selain pelabuhan PT Terminal Petikemas Surabaya dan PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI), pada 2008 mencapai 206.045 TEUs (Twenty feet Equivalent Units) atau kontainer ukuran 20 kaki. Jumlah ini meningkat 13,8 persen dibandingkan 2007 yang mencapai 180.920 TEUs.

Di pelabuhan lainnya, yaitu di Banjarmasin meningkat 7,6 persen dari 224.377 TEUs pada 2007 menjadi 241.485 TEUs pada 2008. Sementara, di pelabuhan Tenau Kupang, aktivitas peti kemas meningkat tajam sebesar 42,8 persen dari 24.677 TEUs pada 2007 menjadi 35.242 TEUs pada 2008.
“Aktivitas di Kupang lebih banyak bongkar daripada muat. Artinya, pengiriman barang untuk kebutuhan konsumsi masyarakat seperti, elektronik maupun barang sandang, termasuk produk-produk dari Jatim,” kata Iwan.
Sebagian besar aktivitas peti kemas di pelabuhan adalah untuk pengiriman barang antarpulau di wilayah Indonesia. Menurut Iwan, kondisi ini dapat mencerminkan potensi perdagangan antar wilayah di kawasan Indonesia timur maupun dari wilayah Jatim cukup menjanjikan.

Pelabuhan Tenau Kupang, misalnya, meski mengalami pertumbuhan paling signifikan tetapi potensinya masih bisa ditingkatkan.

“Pertumbuhan Pelabuhan Tenau Kupang belum seperti yang diharapkan. Dalam jangka panjang akan dilakukan beberapa penataan area yang ada untuk menyongsong era peti kemas, bila berhasil, pada 2010 diharapkan arus peti kemas akan meningkat sampai sekitar 50.000 TEUs,” ujar Iwan.

Tak Separah Ekspor-Impor
Sementara itu, Ketua Gabungan Forwarder dan Ekspedisi (Gafeksi) Jatim Azis Winanda mengungkapkan, dalam kondisi krisis global perdagangan antarpulau di Indonesia turut tertekan. Tetapi, dampaknya tidak seburuk yang terjadi pada perdagangan ekspor-impor dengan luar negeri.

“Perdagangan antar pulau juga terimbas. Tapi tidak separah ekspor-impor,” jelas Azis kepada Surya.
Menurut Azis, pada tahun ini aktivitas perdagangan antarpulau di seluruh Indonesia banyak didorong oleh distribusi barang terkait aktivitas pemilihan umum (pemilu) yang digelar baik pada 9 April lalu maupun pemilih presiden yang akan datang. ytz

Dibaca: 316 kali

  • Editor : jps

Kirim Komentar