Home » Berita Terkini

17 Kecamatan di Jember Positif Flu Burung

JEMBER | SURYA.CO.ID - Unggas yang tersebar di 17 kecamatan dari 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dinyatakan positif terserang virus flu burung. Kecamatan dimaksud ialah Kalisat, Panti, Jenggawah, Ajung, Pakusari, Sumbersari, Tempurejo, Mumbulsari, Sukorambi, Patrang, Ambulu, Tanggul, Kaliwates, Jelbuk, Arjasa, Sukowono dan Kecamatan Puger.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Jember, drh, Sudarsono, Selasa, menuturkan, penyebaran virus flu burung terhadap unggas di Kabupaten Jember semakin meluas dalam empat bulan terakhir ini. “Unggas yang tersebar di 17 kecamatan di Jember dinyatakan positif flu burung,” kata Sudarsono mengungkapkan.

Ia mengemukakan, sebagian besar unggas yang positif flu burung adalah milik warga, namun ada salah salah satu peternakan ayam di Kecamatan Pakusari yang unggasnya juga terkena virus flu burung. “Unggas milik salah seorang peternak ayam yang berjumlah sekitar 1.511 ekor itu, harus dimusnahkan, karena beberapa ayamnya dinyatakan positif tertular virus flu burung,” katanya.

Ia menjelaskan, petugas dinas peternakan sudah melakukan penyemprotan dengan disinfektan terhadap kandang ayam yang berada di sekitar lokasi unggas yang positif terjangkit flu burung. “Selain penyemprotan, petugas juga melakukan penyuluhan kepada warga yang tinggal di sekitar lokasi unggas yang tertular virus flu burung,” katanya.

Penyebaran virus flu burung yang semakin meluas, kata dia, disebabkan banyak warga yang membuang ayam-ayam yang mati mendadak ke sungai, sehingga virus flu burung menyebar ke unggas yang lain. “Saya sudah mengimbau kepada warga untuk segera melaporkan ke Dinas Peternakan melalui RT dan RW setempat, apabila ada ayam yang mati mendadak,” katanya.

Ia mengatakan, Dinas Peternakan Jember sudah mendapat surat instruksi dari Gubernur Jawa Timur melalui Dinas Peternakan Provinsi, untuk waspada terhadap penyebaran virus flu burung. Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, dr. Olong Fajri Maulana, mengaku, belum mendapat informasi tentang penularan virus flu burung dari unggas ke warga di Jember.

“Saya yakin, tidka ada warga yang ’suspect’ flu burung di Kabupaten Jember,” kata Olong. Ia menjelaskan, Dinkes Jember selalu berkoordinasi dengan Dinas Peternakan terkait dengan penyebaran virus flu burung di Kabupaten Jember. “Penyebaran virus flu burung masih terjadi pada unggas di Jember,” katanya. Ia mengimbau kepada warga Jember untuk hidup sehat dan selalu mencuci tangan dengan sabun apabila kontak dengan unggas. ant

Editor : yul

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "