SURABAYA | SURYA - Pemanasan global yang berakibat pada naiknya permukaan air laut akhirnya membuat Pemkot Surabaya waswas juga. Untuk mengantisipasi, pemkot menyulap pantai timur Surabaya (pamurbaya) sebagai kawasan hutan lindung. Sekitar 1.933 hektare akan dijadikan hutan mangrove yang terbentang mulai Gunung Anyar Tambak, Sukolilo, hingga Mulyorejo.
Kepala Bappeko Pemkot Surabaya, Tri Risma Harini, mengatakan dijadikannya pamurbaya sebagai kawasan lindung merupakan upaya untuk melindungi pantai Surabaya dari erosi. Surabaya yang wilayahnya di pesisir, dikhawatirkan lebih rendah dari lautan. “Makanya upaya menjadikan pamurbaya sebagai kawasan lindung tak bisa dielakkan,” ujarnya, Sabtu (25/4).
Selain sebagai kawasan lindung, pamurbaya juga diharapkan menjadi kawasan untuk habitat burung dan hewan lain. Tahun ini, kawasan itu dikembangkan sebagai Mangrove Information Center Surabaya. Ini berarti, selain sebagai pusat pelatihan dan penelitian, juga sebagai ekowisata.
Menurut Risma, pamurbaya yang akan dijadikan kawasan lindung dulunya tanah oloran hasil sedimentasi pantai. Oleh masyarakat sekitar dimanfaatkan untuk tambak. Karena tak ada yang memiliki tanah oloran itulah, pemkot mengakui sebagai pemilik. “Lalu dimanfaatkan sebagai kawasan lindung,” tegas mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan ini. uji
Dibaca: 211 kali