SURABAYA | SURYA Online - Setelah berhasil membongkar penyelundupan 2,67 kilogram heroin dan 8.790 butir ekstasi senilai Rp 8,23 miliar lebih, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC/BC) Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur (Jatim), mencurigai terminal kedatangan domestik di bandara internasional itu.
“Kalau dua kali upaya penyelundupan itu dianalisis, pelaku tampaknya ingin memanfaatkan jalur domestik dari Surabaya ke Jakarta, setelah bandara Cengkareng di Jakarta diperketat,” kata Kepala KPPBC Tipe A-2 Juanda, Argandiono, di Surabaya, Minggu (26/4).
Karena itu, tambah Argandiono, pihaknya akan mengajukan izin kepada PT Angkasa Pura dan pengelola bandara Juanda Surabaya untuk “masuk” ke terminal kedatangan domestik guna melakukan “profiling” seperti yang dilakukan di terminal kedatangan internasional yang akhirnya terungkap dua upaya penyelundupan narkoba dari sindikat internasional itu.
“Saya yakin kasus narkoba akan lebih besar di terminal kedatangan domestik, karena sindikat narkoba internasional sudah kesulitan ‘masuk’ bandara Cengkareng di Jakarta, sehingga mereka turun di bandara internasional lainnya seperti di Surabaya dan Bali, kemudian mereka akan melanjutkan perjalanan ke Jakarta lewat jalur domestik atau bahkan lewat jalur darat,” katanya.
Menurut Argandiono, pengungkapan upaya penyelundupan narkoba dengan pelaku dari Thailand dan China itu dilakukan dengan pemeriksaan ketat yang melibatkan empat tim dari Satuan Custom Narkotics Team (CNT) KPPBC Juanda yang siaga secara bergiliran pagi, siang, dan malam.
“Kalau ada izin masuk ke terminal kedatangan domestik, maka tim juga akan saya geser secara bergiliran ke terminal domestik di bandara Juanda. Saya sudah beberapa kali ini mengetahui ada WNA berkeliaran di terminal kedatangan domestik,” jelasnya.
Sebelumnya, KPPBC Bandara Juanda Surabaya telah menggagalkan penyelundupan 2,67 kilogram heroin senilai Rp 5,34 miliar yang dilakukan Warga Negara Thailand, Chanraem Suwanson (27) yang tertangkap pada Kamis (23/4) pukul 16.45 WIB.
Chanraem ditangkap saat membawa dua kantong narkotika jenis heroin yang terdiri dari satu bungkus heroin dengan berat 1,27 kilogram dan satu bungkus lagi dengan berat 1,40 kilogram.
Setelah itu, KPPBC Juanda juga berhasil mengungkap penyelundupan 8.790 butir esktasi yang dilakukan Warga Negara China, Guiqing Lin (24). Guiqing Lin ditangkap pada Jumat (24/4) pukul 09.10 WIB dengan membawa 8.790 butir ekstasi warna merah muda dan 155,4 gram ketamine. ant
Dibaca: 402 kali
lylyz yUlianthy
apakah bandara juanda aman?
memakan berapa waktu untuk menuju ke bandara Juanda jika kita berangkat dari bandara soekarno hatta??
Heru Kartoprawiro
Apakah ada alamat email beacukai Juanda atau email langsung pimpinannya pak Gandiyono? Karena kami akan kirim data keluarga kami yang mungkin akan pergi tanpa ijin, yaitu nama: Nur Alfiyah dewi Mandasari, lahir Sby 09 July 1983, alamat dsn Tambak bulak no 29 desa Tambak Rejo Waru Sda atau pake KTP Jatipadang Pasarminggu Jaksel. Just info kemungkinan kerja gituan (psk) di Singapore or Malaysia. Sudah pernah dilakukan Jun-Jul2008, masuk spore lewat Batam dengan 4 kawan lainnya dipimpin namanya Zaenal Abidin yg berdomisili Batam. Mereka sangat profesional dan rapi, kamuflase seolah tourist. Apa ada yang tahu alamat email beacukai Spore dan Malay. Please be info n thanks