3 Orang Diduga Flu Burung

  • Bapak, Anak, dan Tetangga

PONOROGO |  SURYA - Seorang bapak dan anaknya, serta seorang tetangga dekat rumahnya dinyatakan suspect (diduga) terjangkit flu burung. Ketiganya mengalami gejala yang sama, yakni demam tinggi hingga 38 derajat Celcius, sesak nafas, batuk, dan flu pilek.

Selain itu, beberapa hari sebelumnya, ketiga pasien ini kontak langsung dengan puluhan unggas yang ada di sekitar rumah mereka yang diketahui mati mendadak. Kini ketiga pasien tersebut dirawat di Puskesmas Jenangan, Kabupaten Ponorogo.

Ketiga pasien itu adalah Prayoga Dita Saputra, 4, (anak); bapak kandungnya, Kateno, 37, serta Suwandi, 35, yang masih tetangga dekat penderita sekeluarga tersebut. Mereka semuanya warga Dusun Plosorejo, Desa Kemiri, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo.

Petugas medis Puskesmas Jenangan, Wiwik Suprihatin mengatakan, ketiga pasien mengalami tubuh lemas, demam tinggi, sesak nafas disertai batuk dan pilek sejak tiga hari masuk ke puskesmas tersebut. Dugaan sementara tim medis ketiganya menderita flu burung.

Hal ini didasarkan pada riwayat ketiganya, di tempat tinggal mereka diketahui ada unggas yang mati mendadak. Unggas itu sebagian ada dikonsumsi warga, dan sebagian lagi dikuburkan karena semakin banyak jumlah unggas yang mati.

“Kami belum bisa memastikan, ketiga pasien ini positif flu burung atau tidak. Kami masih menunggu hasil tes laboratorium untuk menyatakan positif tersebut. Tetapi, kalau melihat gejalanya ketiga seperti pasien suspect flu burung,” terangnya kepada Surya, Sabtu (25/4).

Pasien Kateno, mengungkapkan, di sekeliling rumahnya masih banyak warga yang beternak ayam potong, ayam kampung serta ayam buras petelor. “Sebenarnya bukan hanya keluarga kami, tetapi warga di rumah juga banyak yang mengalami gejala yang sama dengan kami. Hanya saja, mereka belum memeriksakan dirinya ke petugas medis,” katanya.

Kepala Puskesmas Jenangan, dr Siti Nurfaidah menjelaskan, dari pemeriksaan awal sudah mengarah ke gejala penyebaran virus H5N1 (flu burung), yakni mengalami demam tinggi, suhu badang di atas 38 derajat Celcius. Menurutnya, dalam istilah medisnya mereka terjangkit Influenza Like Illness (ILI). “Kami sudah memberikan ketiga pasien obat Tamiflu (obat antiinfluenza tipe A) agar kondisinya semakin membaik dan kekebalan tubuhnya terjaga,” ungkapnya.

Pihak puskesmas juga sudah mengirim sampel darah ketiga pasien untuk dites di laboratorium di RS Hardjono, Kabupaten Ponorogo. Akan tetapi, ketiganya untuk sementara waktu belum menjalani rontgen guna memastikan apakah ketiga pasien yang menjalani perawatan tersebut positif penyakit mematikan tersebut. Sebab, terbentur dengan besarnya biaya. Apalagi, ketiga pasien sudah angkat tangan atas biaya tersebut.

“Yang dirawat di sini sejak sepekan terakhir, sudah ada 21 pasien dari kampung yang sama. Namun yang paling kritis ketiga pasien ini. Rata-rata kami beri obat anti-influenza sebagai pencegahan awal,” tegasnya.

Kasi Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian (Disperta) Pemkab Ponorogo, Andi Susetyo menegaskan, munculnya kasus tersebut membuat pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melaksanakan penyemprotan antibiotik guna mencegah penyebaran penyakit unggas tersebut. st14

Dibaca: 368 kali

  • Editor : Sugeng Wibowo

Kirim Komentar