Picu Kenaikan Harga Makanan, HKTI Minta Proteksi Beras Ketan

SURABAYA | SURYA-Kalangan petani dan produsen meminta pemerintah melakukan proteksi terhadap komoditi beras ketan. Pasalnya, komoditi pangan ini mulai terancam beras ketan impor.

Ketua DPP Pemuda Tani HKTI Wahyudi Abdullah mengatakan, tujuan proteksi agar hasil panen beras ketan tidak mengalami penurunan harga. Karena dengan harga beras ketan di kisaran Rp 5.800 per kg dalam bentuk gabah kering panen (GKP), sudah sesuai dengan biaya produksi yang dikeluarkan petani.

“Jangan sampai harga itu jatuh dengan masuknya beras ketan impor. Pemerintah harus memberikan perlindungan terhadap hasil produksi beras ketan petani,” kata Wahyudi, di Surabaya, Jumat (17/4).

Wahyudi mengungkapkan, setidaknya perlindungan itu dibutuhkan dalam jangka 4-5 bulan ke depan saat panen raya beras ketan. Harga beras ketan impor yang berada di kisaran Rp 6.000-Rp 7.000 per kg dikhawatirkan bisa merusak harga beras ketan produksi dalam negeri.

Hingga sekarang ini sentra produksi beras ketan masih berada di pulau Jawa. Untuk wilayah luar Jawa masih jarang ditemukan petani yang menanam beras ketan untuk tujuan komersial. Padahal, kebutuhan beras ketan untuk makanan atau bahan baku industri makanan hampir merata di seluruh Indonesia.
Untuk wilayah Jatim, setiap tahun produksi beras ketan mencapai kisaran 350.000 ton hingga 360.000 ton. Umumnya, digunakan sebagai bahan baku pembuatan makanan kue dan tepung.

Sekjen Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Jatim AM Hartono juga mengkhawatirkan, anjloknya harga beras ketan lokal manakala kran impor komoditas sejenis dibuka sekarang. “Harga beras ketan lokal cukup stabil saat ini dan kebutuhan komoditas tidak terlalu besar, seperti untuk pabrik pemrosesan tepung ketan maupun kue,” ujar Hartono.

Menurut dia, jika harga beras ketan lokal jatuh, bisa jadi petani enggan menanam lagi. Imbasnya, potensi lahan yang cocok dengan tanaman beras ketan akan terbengkalai. “Ini berbahaya karena ketergantungan terhadap beras ketan impor akan semakin besar. Dampaknya, harga makanan bisa melambung tinggi, mengingat harga komoditi impor yang lebih tinggi,” tutur Hartono. aru

Dibaca: 363 kali

  • Editor : jps

Komentar anda

  1. Devyus DR, ST Kamis, 21 Januari 2010 - 09:07:12

    mohon informasi untuk mendapatkan beras ketan 5 ton/minggu secara kontinyu di wilayah jatim…terima kasih.

Kirim Komentar