SURYA Online - Nama Ritmic Traumatic di belantika musik Tanah Air bisa jadi masing asing. Namun, penikmat musik di luar negeri justru akrab dengan karya grup band yang diawaki Raymond Johan W (vokal), Novan Vipri A (gitar), Wisnu Yoga P (rhythm), Filimond Louise (bas), dan Haryono (drum) ini.
Terbukti, single Ritmic Traumatic berjudul Get Back diputar di podcast Inggris, dan jadi lagu dari grup musik Indonesia yang pertama kali diputar di situs rockandrollreport.com/podcast-2 tersebut. Lagu yang sama juga masuk situs www.airradio.net (Inggris).
Terakhir, grup musik yang memilih jalur indie untuk kiprah mereka ini mengukir prestasi di pentas AVIMA (Asia Voice Independent Music Award) 2009 yang diselenggarakan voize.my, situs hiburan dan gaya hidup di Malaysia. Ritmic Traumatic berhasil menerobos di antara 3000 band dari beberapa negara Asia dan dinobatkan jadi Juara 3 untuk kategori Best Rock Act, di bawah Mother Jane (India/Juara 1), dan Shuvit (Malaysia/Juara 2).
“Kemenangan ini tentu membanggakan, karena tingkat Asia,” kata Novan kepada Surya beberapa waktu lalu. lebih membanggakan lagi, lanjut Novan, mereka baru pertama ikut kompetisi dan langsung meraih penghargaan.
Kompetisi band yang konon terbesar di Asia ini cukup unik lantaran diselenggarakan secara online. Untuk ikut AVIMA, Ritmic Traumatic mengirim tiga buah lagu mereka berjudul Get Back, Perfect Guy, dan Alpha of My Life dalam format MP3. Mereka juga mengirim video klip untuk menunjukkan gaya panggung Ritmic.
Ribuan band itu lalu dikerucutkan jadi 210 band yang terbagi dalam 21 kategori. Dari jumlah itu, selain Ritmic, ada enam band lain asal Indonesia, termasuk Koil, Everybody Love Irine, dan Overload Romance. Pengumuman pemenang yang dilakukan 29 Maret 2009 pun dilakukan melalui online video streaming.
Ritmic sebetulnya sudah merilis mini album dengan lima buah lagu. Disamping tiga buah lagu berbahasa Inggris, dua lainnya dengan lirik Indonesia, yaitu Diferensial Cinta dan Maafkan Aku Bila. “Pasar musik di Indonesia kan sedang ‘dikuasai’ musik pop. Jadi kami fokus ke pasar luar negeri,” ujar Raymond. pra
Dibaca: 577 kali