Hafiz Nyontreng di Rumah Artis Rafika Duri

JAKARTA | SURYA Online - Ketua KPU Hafiz Ansyari tiba di TPS kompleks rumah dinas pegawai KPU, pukul 07.55 Wib. Ia mengenakan baju batik lengkap dengan songkok warna hitam, didampingi sang istri tercinta, Hj Noor Wahidah, Kamis (9/4).

Orang nomor satu di KPU itu, baru menggunakan hak pilihnya pukul 09.00 Wib karena sesuai dengan antrian warga yang sudah sejak pagi mendatangi TPS tersebut, untuk menggunakan hak pilihnya sebelum berlibur bersama keluarga.

Senyumnya langsung mengembang, ketika keluar dari bilik suara. Bahkan, dia rela menuruti permintaan para fotografer untuk berpose terlebih dahulu di depan kotak suara sebelum memasukkan surat suara yang telah diberi tanda centang tersebut.

“Saya sudah menggunakan hak pilih. Semoga amanah yang kita berikan, bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya demi masyarakat, bangsa dan negara,” celetuknya.

Hafiz kembali tersenyum ketika memasukkan jari kelingkingnya ke botol tinta. Dengan  senyumnya yang khas, bapak dua anak itu menunjukkan jari kelingkingnya yang sudah dilumuri tinta warna hitam sebagai tanda telah menggunakan hak pilih.

“Tidak ada bedanya,orang bisa dengan anggota KPU. Setelah menggunakan hak pilih, juga harus dicelupkan ke tinta,” paparnya.

Sementara itu, komisioner yang menggunakan hak pilih di TPS tersebut adalah Andi Nurpati, Syamsul Bahri, Abdul Aziz dan Sri Nuryanti. Sedangkan, dua komisioner lainnya, I Gusti Putu Artha memilih menggunakan hak pilihnya di kawasan Situ Gintung. Sedangkan Endang Sulastri menggunakan hak pilihnya di kawasan Ciputat, rumah pribadinya.

Di TPS 13 tersebut sebanyak 243 daftar pemilih tetap (DPT), yang terpampang di papan pengumuman yang berada di bagian depan TPS. Sehingga, warga bisa melihat terlebih dahulu nama-nama yang tersusun dalam DPT sebelum menggunakan hak pilihnya.

Sementara itu, menurut pemilik rumah yang juga artis senior, Rafika Duri, tempatnya digunakan sebagai TPS bukan lah yang pertama. Menurutnya, sudah 3 kali pemilihan umum (Pemilu), rumahnya digunakan petugas sebagai TPS.

“Ini bukan yang pertama mas, halaman rumah saya dijadikan TPS. Sudah 3 kali Pemilu ini, selalu memilih disini petugas penyelenggara Pemilu,” katanya.

Dirinya juga tidak tahu menahu alasan dipilih rumahnya sebagai TPS. Dia justru mengaku gembira, karena tidak jauh jika akan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu. Bahkan, bisa lebih awal antri dan menggunakan hak pilih.

“Malah enak mas, gak jauh-jauh kalau mau memilih. Cukup disini saja. Tadi saya yang pertama kali kok yang menggunakan hak pilih,” cetus Rafika Duri sambil tersenyum. mohammad choiruman/persda network

Dibaca: 27 kali

  • Editor : Sugeng Wibowo

Kirim Komentar

Viagra | Levitra | Cialis | Viagra Online