SURABAYA | SURYA -Pemilihan umum (pemilu) untuk anggota legislatif 9 April besok yang bertepatan dengan dimulainya liburan panjang (long weekend) selama empat hari, tampaknya mendorong ribuan warga untuk lebih memanfaatkan waktu itu dengan menikmati liburan daripada menggunakan hak pilihnya.
Indikasi itu terlihat dari melonjaknya permintaan bepergian/berwisata yang diterima oleh biro-biro perjalanan dan wisata di Jatim, dengan waktu pemberangkatan pada 8 April hari ini serta waktu kembali pada 12 April nanti. Membanjirnya permintaan perjalanan tersebut tidak hanya untuk tujuan domestik tetapi juga luar negeri.
Sebagian besar warga Surabaya dan sekitarnya yang memesan jurusan luar negeri, memilih Singapura dan Paris untuk menghabiskan liburan pemilu. Sedangkan tempat-tempat di dalam negeri yang jadi tujuan berlibur favorit selama long weekend itu adalah Bali, Batu, Malang, Tretes (Pasuruan) dan Jogjakarta.
“Perjalanan ke luar negeri sudah penuh terpesan (fully booked) untuk pemberangkatan sejak Rabu (8/4) sore sampai Minggu (12/4) untuk arus balik. Untuk perjalanan dalam negeri ada beberapa yang booking (memesan) sejak tanggal 8 April dan ada juga yang tanggal 9 April,” ujar Haryono Gondosoewito, Ketua Asosiasi Agen Perjalanan dan Wisata Indonesia (Association of Indonesia Tour and Travel Agencies/Asita) Jawa Timur, Selasa (7/4).
Haryono tidak bisa memastikan apakah mereka yang bepergian selama long weekend itu memang sengaja menghindari pemilu alias golput. Namun demikian, hampir bisa dipastikan bahwa dengan order perjalanan untuk keberangkatan sejak tanggal 8 April dan baru pulang pada 12 April, warga yang berlibur itu tidak berada di kediaman mereka.
Sebaliknya, bakal terjadi penumpukan orang di kota-kota wisata favorit.
Meski tidak ada data yang tersedia, juga kecil kemungkinan bahwa para pelancong itu bepergian jauh dalam rangka mudik ke tempat asalnya untuk mencontreng. Selain tak sebanding ongkosnya, tujuan umum mereka adalah berwisata.
“Kondisi seperti ini tak bisa dihindari ketika hari H Pemilu bertepatan dengan long weekend. Pemilu sebelumnya (2004) atau yang Pilgub lalu, karena tidak bertepatan dengan long weekend, tidak terjadi lonjakan permintaan bepergian,” jelas Haryono.
Bagaimanapun, imbuh dia, untuk booking perjalanan dengan tujuan jarak dekat seperti Malang, Batu atau Tretes, bisa terjadi bahwa mereka mencontreng dulu dan kemudian pergi berlibur.
General Manager Wilayah Timur Garuda Indonesia Airways (GIA), Suranto juga mengakui bahwa long weekend kali ini akan terjadi lonjakan penumpang untuk tujuan luar negeri.
“Untuk tujuan perjalanan internasional, yang sudah fully booked adalah ke Singapura. mulai tanggal 9 April,” katanya.
Suranto mengatakan, meskipun bepergian ke Singapura dilakukan mulai tanggal 8 April, bisa saja esok harinya atau tepat di hari pemilu, mereka kembali lagi ke Surabaya. Sebab, perjalanan Surabaya-Singapura dan sebaliknya hanya sekitar 2 jam.
Namun untuk mengidentifikasi hal ini amat sulit karena umumnya penumpang Garuda yang memesan tiket tujuan luar negeri pada long weekend ini, tidak untuk pergi-pulang (PP).
“Yang benar-benar fully booked ya tanggal 9-12 April. Tujuan internasional terbanyak adalah Singapura, tujuan domestik terbanyak adalah Denpasar. Tingkat keterisian kursi pesawat (load factor) mencapai 98 persen. Padahal, rata-rata cuma 85 persen di weekend biasa,” katanya.
Untuk mengatasi lonjakan penumpang tersebut, Garuda memberikan penerbangan tambahan (extra flight) untuk rute Surabaya-Denpasar. Pada kondisi normal, hanya ada tiga kali penerbangan Surabaya-Denpasar dalam sehari, namun tanggal 9 hingga 12 April nanti, jumlahnya ditambah menjadi empat kali dalam sehari.
Peningkatan jumlah penumpang juga dialami Mandala Airlines, yang load factor-nya untuk long weekend ini sekitar 90 persen. “Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut, Mandala menyediakan extra flight bagi rute-rute yang banyak diminati seperti Jakarta-Surabaya dan Surabaya-Jakarta,” kata Kepala Komunikasi Korporat Mandala Airlines, Trisia Megawati.
Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Jatim, Yulianto Sochebu juga mengakui bahwa mayoritas hotel di kota-kota wisata di Jatim seperti Tretes, Batu, Malang, Magetan hampir terpesan penuh (fully booked) akhir pekan ini.
“Booking sudah dilakukan sejak Sabtu pekan lalu. Sebagian ada yang booking untuk tanggal 8 April, dan sebagian lagi mulai tanggal 9 hingga 11 April,” kata Yulianto.
Hotel-hotel di kawasan Batu, okupansinya selama empat hari nanti (9-12 April) sudah 100 persen, sedangkan di kawasan Tretes sebesar 90 persen. “Yang terisi mulai dari hotel kelas melati sampai hotel bintang empat,” jelasnya.
Yulianto menambahkan hotel-hotel di Surabaya juga ketiban rezeki liburan panjang kali ini. “Long weekend kali ini agak aneh, okupansi hotel-hotel di Surabaya sudah mencapai 80 persen. Biasanya, cuma 60 persen,” imbuhnya.
Perjalanan darat dengan menggunakan kereta api (KA) juga full penumpang pada keberangkatan 9-12 April nanti. Terutama untuk KA kelas Bisnis dan Eksekutif. Tujuan yang terbanyak adalah ke Jogjakarta, Bandung dan Jakarta.
Hanya saja, menurut Kepala Daerah Operasi (Daop) VIII PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Mulianta Sinulinggga, akhir pekan memang selalu terjadi puncak penumpang bagi KA.
Dimintai komentarnya tentang melonjaknya jumlah warga yang bepergian, bahkan sebelum hari-H pemilu, sosiolog Universitas Airlangga Surabaya Prof Dr Hotman Siahaan menilai keadaan itu belum bisa jadi ukuran bahwa angka golput bakal tinggi.
“Bisa saja mereka yang bepergian itu dalam rangka pulang ke daerahnya untuk mencontreng,” kata Hotman.
Meski demikian, imbuh dia, andaikata mereka yang bepergian ke tempat-tempat wisata selama liburan pemilu itu memang benar-benar golput, tidak bisa dikatakan bahwa kesadaran politik mereka rendah.
“Bisa saja mereka justru memiliki kesadaran yang tinggi. Tetapi, karena tak ada caleg-caleg yang dinilai bagus, mereka lantas memilih tidak menggunakan hak pilihnya,” kata Hotman.ame/bet