PPSK: Parpol dan Caleg Asal-asalan Membuat Janji

YOGYAKARTA | SURYA Online - Agenda kampanye partai politik (parpol) dan para calon anggota legislatif (caleg) dalam kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 cenderung monoton, tidak variatif, serta asal-asalan membuat janji.

“Itu memperlihatkan bahwa demokrasi politik semakin tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat secara keseluruhan,” kata Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian Strategi dan Kebijakan (PPSK), Ahmad Hanafi Rais, di Yogyakarta, Senin (6/4).

Menurutnya, politik masih untuk politik, bukan untuk mensejahterakan masyarakat, karena parpol maupun caleg masih menebar janji yang sama dengan kampanye Pemilu 2004.

Selain itu, lanjut Ahmad, dari hasil sejumlah survei yang dilakukan pada hari-hari akhir kampanye, terlihat bahwa persentase calon pemilih yang masih ragu-ragu atau golput, cenderung tetap atau bahkan naik, yang diperkirakan sekitar 40 persen.

“Artinya kampanye pemilu tidak banyak bermanfaat untuk mengubah preferensi politik masyarakat. Padahal, jika menilik panjangnya waktu kampanye, bisa diperkirakan dana kampanye tahun ini jauh lebih besar,” jelasnya.

Dibandingkan lima tahun lalu, tambah Ahmad, kampanye tahun ini juga jauh dari hingar-bingar “pesta demokrasi” jalanan. Di satu sisi, hal itu merupakan perkembangan yang baik, karena bisa diartikan bahwa kampanye politik saat ini lebih “beradab”.

“Namun, di sisi lain hal itu juga bisa diartikan sebagai pertanda kurang baik, karena masyarakat semakin apatis dan cuek terhadap isu-isu politik. Maknanya, harapan untuk membangun masyarakat sipil yang madani semakin menjauh,” imbuhnya.

Ahmad juga mengatakan, sebagai bentuk respon terhadap situasi tersebut PPSK menyelenggarakan forum diskusi “Refleksi Jelang Pemilu 9 April 2009: Sebuah Catatan Keprihatinan”, 7 April 2009.

“Diskusi menghadirkan nara sumber mantan Ketua MPR Prof Dr M Amien Rais dengan penanggap Ketua Forum Rektor Indonesia Prof Dr Edy Suandi Hamid dan pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Harwanto Dahlan MA,” katanya. ant

Dibaca: 176 kali

  • Editor : Sugeng Wibowo

Kirim Komentar