Home » Berita Terkini

Pasutri Ngaku Temukan Berlian, Tipu Warga Rp 50 juta

Pasuruan | Surya-Pasangan suami istri M Fauzan,33 dan Luluk,30 warga Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan mengaku menemukan berlian. Namun temuan berlian itu dipakai untuk kedok menipu tetangganya.

Dengan dalih untuk menjual berliannya, pasutri itu meminjam uang dari tetangganya hingga terkumpul sekitar Rp 50 juta. Dana itu rencananya untuk memproses penjualan berlian yang ditemukannya.

Kasus itu bermula dari cerita bohong Luluk sebulan lalu yang mengaku menemukan berlian atau permata sejenis mirah delima di makam Mbah Khairuman, seorang tokoh perintis di Kelurahan Sekargadung. Berlian itu ditawarkan ke salah satu toko yang biasa melayani jual-beli barang berharga di Kota Pasuruan.

Oleh pemilik toko, berlian itu ditawar Rp 10 miliar. Namun oleh Luluk dan suaminya dianggap terlalu murah hingga datang penawaran dari seorang ulama terkenal yang berani menawar Rp 35 miliar. Tapi dengan syarat berlian itu harus dites dengan alat tertentu atau diujikan ke lembaga yang terkemuka dan dipercaya.

Untuk proses penjualan itu dibutuhkan biaya besar yang mencapai jutaan rupiah. Sehingga Luluk meminjam uang dari tetangganya dengan iming-iming akan dikembalikan 10 kali lipat. “Karena dapat berlian, saya berani meminjaminya,” kata Sarokhah, yang meminjami Luluk uang Rp 17 juta.

Kepada tetangganya Luluk menjanjikan jika berlian miliknya laku Rp 35 miliar akan membiayai ongkos haji warga yang lanjut usia dan membelikan motor pemuda di kampungnya. Bagi tenaga matun tanaman padi dijanjikan diberi uang sebesar Rp 1 juta. “Warga berharap mendapat pengembalian berlipat. Apalagi yang ditemukan berlian dan ia mengaku berhubungan dengan ulama besar,“ ungkap Solikhin, yang meminjamkan uangnya Rp 900.000.

Belakangan duit yang terus mengalir dari warga justru digunakan untuk berfoya-foya. Sedangkan suaminya, M Fauzan yang bekerja sebagai perajin mebeler justru tidak pernah bekerja lagi dan menikmati uang pinjaman dari para tetangganya tersebut.

Warga yang curiga akhirnya mendatangi tokoh ulama yang namanya dicatut Luluk. “Saat dicek ternyata ulama itu mengaku tidak tahu menahu dengan urusan berlian yang ditemukan Luluk,” tambah Solikhin.

Meski kedoknya terbongkar, warga masih menahan diri karena kasihan saat itu Luluk tengah hamil tua. Setelah Luluk melahirkan Jumat (28/3) lalu, warga akhirnya membawa pasutri itu ke Kantor Kelurahan Sekargadung, Senin (30/3).

Dari hasil pembicaraan antara korban dengan pelaku yang disaksikan anggota Polsek Bugul Kidul, disepakati kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan. “Pelaku sudah meneken pernyataan akan mengembalikan uang korban dalam tempo tiga bulan. Jika tidak dipenuhi masalahnya diserahkan ke polisi,” tandas Sukirman, Lurah Sekargadung.

Meski korbannya cukup banyak, namun baru dua orang yang melaporkan ke kelurahan, yakni Sarokhah yang uangnya dipinjam Rp 17 juta dan baru dikembalikan Rp 2 juta, serta Romlah yang meminjami Rp 10 juta.

Sementara Luluk saat pertemuan itu enggan bicara serta menutup mukanya dengan jilbab warna hitam. Sedangkan suaminya M Fauzan saat ditanya terkait masalah berlian mengaku tidak tahu. “Berliannya tidak ada. Saya tidak tahu,” ucapnya. st13

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "