Nina Armando, anggota tim panel pemantau Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), memuji keputusan KPI untuk menetapkan keenam tayangan televisi yang bermasalah. Menurut Nina, banyak program televisi seperti sinetron dan komedi situasi (sitkom) bermuatan tidak sehat, tidak mencantumkan klasifikasi umur yang jelas, serta ditayangkan pada jam yang tidak tepat.
Selain penempatan jam tayang yang tidak tepat, menurut Nina banyak program televisi tidak memperhatikan klasifikasi suatu acara. Tayangan televisi digolongkan menjadi menjadi beberapa klasifikasi. Yakni Dewasa (D), Remaja (R), BO (Bimbingan Orangtua), dan SU (Semua Umur).
“Ada yang tidak mencantumkan klasifikasi sama sekali. Kalaupun dicantumkan, hanya sekilas. Padahal seharusnya tulisan klasifikasi ditulis permanen. Kalau tidak, penggolongannya ngaco,” beber Nina kepada Surya.
Nina memberi contoh acara komedi Suami-suami Takut Istri yang ditayangkan TransTV. Oleh penyelenggara siaran acara ini diklasifikasikan sebagai tayangan R (Remaja) atau BO (Bimbingan Orangtua).
“Padahal acara ini penuh kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), terutama yang dilakukan istri terhadap suami. Juga banyak mengandung pelecehan fisik dan verbal. Itu kan tidak mendidik dan bukan konsumsi remaja ataupun anak-anak,” jelas Nina.
Nina mencatat beberapa tayangan yang sebenarnya disiarkan sesuai jam tayang yang tepat, tetapi menjadi bermasalah karena disiarkan ulang pada siang hari.
“Misalnya Abdel dan Temon, yang merupakan program berklasifikasi umur Dewasa, yang disiarkan pada jam 10 malam. Namun ditayangkan ulang pada siang hari yang otomatis bisa ditonton anak-anak,” katanya.
Begitu juga dengan sinetron yang kebanyakan menjadi unggulan stasiun-stasiun televisi sehingga disiarkan pada jam tayang utama (primetime). Menurut Nina, jam tayang utama seharusnya masih untuk keluarga. “Padahal banyak sinetron primetime yang menampilkan kekerasan terhadap orangtua, anak-anak, dan sebagainya,” kata Nina.
“Saya mengharapkan KPI mengawasi lebih ketat tayangan-tayangan televisi,” pungkas dosen Universitas Indonesia itu. kis
Editor : jps