Pasuruan | Surya-Konflik antara satwa liar dengan manusia di Sumatera yang mengakibatkan korban manusia, harimau dan gajah membuat Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Kabupaten Pasuruan, prihatin. Untuk mencegah konflik itu, TSI II mengajak guru melakukan workshop bertema save our precious wildlife (menjaga satwa liar yang langka), Sabtu (28/3).
Selama Februari 2009, sebanyak empat ekor harimau Sumatera mati di tangan warga setempat. Sebaliknya dalam dua bulan terakhir, serangan harimau Sumatera juga menewaskan sembilan orang.
Begitu pula dengan gajah Sumatera, dalam kurun waktu lima tahun terakhir 42 orang tewas dan 100 ekor gajah mati akibat konflik yang terjadi antara satwa langka itu dengan manusia.
Dari workshop yang diikuti guru-guru biologi SMP dan SMA se Surabaya itu diharapkan para guru menyampaikan hasil yang didapatkannya kepada siswanya. Sehingga para guru dan pelajar bisa lebih peduli atas kelangsungan hidup satwa liar di Indonesia.
Dalam workshop, guru-guru diajak diskusi bersama mengenai konflik antara satwa dan manusia yang akhir-akhir ini sering terjadi. Selain itu peserta juga diajak untuk belajar lebih dekat mengenal satwa liar. Tentu saja mereka diajak berkontak langsung seperti dengan harimau serta gajah-gajah koleksi TSI II Prigen.
“Mereka dapat bersentuhan langsung dengan gajah untuk mengenal watak serta perilaku hewan itu. Dengan mengenal perilaku satwa liar secara langsung, pemahaman guru juga makin bertambah. Sehingga mereka dapat meneruskannya kepada anak didiknya,” tandas Michael Sumampau, General Manager Taman Safari Indonesia II.
Selain melakukan workshop, acara bakal dilanjutkan dengan penyusunan program khusus edukasi mengenai satwa liar untuk siswa-siswi sekolah. Sehingga diharapkan para siswa dapat menjadi generasi yang peduli atas kelestarian alam dan satwa langka. st13
Editor : jps