LAHORE | SURYA-Teror kembali berlangsung di Pakistan. Kali ini sekelompok orang bersenjata secara tiba-tiba menyerang sebuah akademi kepolisian di kota Lahore, di wilayah timur Pakistan, Senin (30/3) pagi waktu setempat.
Para penyerang yang mengenakan topeng langsung masuk ke pusat pelatihan sembari melemparkan granat dan menembakkan senjatanya. Beberapa penyerang ada juga yang mengenakan seragam polisi.
Akibat serangan tersebut, sedikitnya 40 orang tewas dan 80 orang lainnya terluka. Bahkan dikhawatirkan korban tewas bisa mencapai 60 orang atau lebih.
Serangan ini datang kurang dari sebulan setelah serangan terhadap tim kriket Sri Lanka di Lahore. Di mana dalam serangan tersebut enam polisi tewas dan 14 penyerangnya berhasil meloloskan diri.
Pemerintah Pakistan masih belum mengeluarkan pernyataan mengenai siapa yang bertanggung jawab dalam serangan ini. Media lokal di Pakistan menyebut Akademi Kepolisian Lahore sebagai Sekolah Latih Polisi Manawan. Letaknya di ujung kota Lahore, di dekat perbatasan India.
“Kami tengah berlatih di lapangan saat mendengar sebuah ledakan. Debu tebal langsung menyelimuti kami. Kemudian saya melihat seorang pria membawa senjata menuju ke arah kami,” tutur salah satu siswa polisi yang selamat.
Rekaman CCTV menunjukkan beberapa polisi berbaring diam tak bergerak di lapangan dalam akademi tersebut.Tentara elit Pakistan yang didatangkan ke lokasi terlibat baku tembak dengan kelompok penyerang selama delapan jam. Akhirnya empat penyerang tewas dan beberapa diantaranya ditangkap
.
“Serangan ini terencara, terorganisir dan mirip serangan teroris. Tim investigasi telah kami bentuk untuk menyelidiki lebih lanjut latar belakang di balik aksi ini. Empat teroris tewas dan beberapa diantaranya telah ditangkap. Kami tengah menginterogasi mereka,” ujar Rehman Malik, Menteri Dalam Negeri Pakistan. afp/bbc/tis
Editor : jps