Home » Jawa

Tragedi Situ Gintung, Polisi Kesal Warga Cuma Nonton

TANGERANG | SURYA-Korban jiwa akibat jebolnya tanggul Situ Gintung, Cirendeu, Tangerang, terus bertambah. Minggu (29/3) petang, temuan korban jiwa bertambah delapan orang sehingga total korban tewas mancapai 99 orang.

Dua dari delapan korban yang ditemukan terakhir, adalah mayat balita. Masing-masing Edelweis, bayi perempuan berusia 2 bulan dan Rifah Marhamah, bayi perempuan berusia 4 tahun. Masing-masing telah dijemput pihak keluarga dan dimakamkan.

Sekitar lokasi musibah masih dipenuhi ribuan warga sejak pagi hari, sayangnya sebagian besar hanya berpangku tangan. Hal itu membuat kesal petugas keamanan yang tengah bekerja keras mengevakuasi korban.

“Massa sekitar 5.000 orang datang dari penjuru DKI Jakarta melalui gang-gang kecil dan besar ke wilayah Situ Gintung,” kata Rudi, anggota Polsek Ciputat.

Karena kesal, aparat Kepolisian dan Satuan Polisi Udara Pondok Cabe membuat pagar betis untuk menutup akses ke wilayah tersebut. Pagar dibuat seadanya dari bekas pagar Masjid Baiturrahman yang ada di dekatnya dan papan-papan bekas. Meski cukup menghambat, sejumlah warga masih memanfaatkan celah-celah pagar untuk menerobos.

Karena warga tak menggubris, Rudi sempat memperingatkan melalui mikrofon dan menghalau massa yang masih mendekat wilayah pembersihan puing-puing. Hanya sesaat warga beranjak menjauh, namun segera berkerumun kembali untuk menonton. “Ingin tahu dan prihatin saja,” kata Nurma, warga dari Bogor, kepada wartawan. kcm

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "