KUPANG | SURYA-Ratusan warga Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur mengalami keracunan setelah mengkonsumsi es potong yang dibeli dari penjual keliling. Bahkan, dua warga dilaporkan tewas.
Jumlah warga korban keracunan yang dalam keadaan kritis sedikitnya 145 orang. Para korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat. Adapun dua warga yang tewas, yakni, Mikron Edison Lopo, 18, siswa kelas II SMAN I Amanuban Selatan dan Lukius Tse, 15, warga Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan.
Pemerintah setempat sejak Sabtu (28/3), telah mengambil langkah darurat dengan membuka posko pengobatan. “Dapur umum juga telah disediakan untuk membantu menyediakan makanan bagi para korban dan anggota keluarganya,” kata Paulus Mella, Bupati Timor Tengah Selatan, Minggu (29/3) siang.
Menurut Mella rata-rata korban adalah pelajar. “Sebagian besar siswa SD dan SMA,” lanjutnya. Keracunan massal ini terjadi Jumat lalu, saat warga mengkonsumsi es potong yang dijual pedagang. Sementara itu, bantuan darurat yang sudah tiba posko penanganan korban keracunan yakni berupa beras 250 kg, mie instan 40 dos, 20 dus air mineral, karpet dua rol besar dan air bersih.
Dari 145 korban yang masih dirawat, 105 di antaranya dirawat di Puskesmas Panite, 34 rawat jalan, dan empat lainnya dirawat di RSUD Soe. “Dua di antaranya meninggal dunia,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Timor Tengah Selatan, Markus Righuta.
Menurutnya, semua rungan Puskesmas terisi penuh ratusan pasien yang mengalami keracunan. Bahkan sebagian lorong yang menghubungkan ruangan pun terisi. Tempat tidur yang tersedia tidak mampu menampung ratusan pasien sehingga meja-meja dari sekolah terdekat dipinjam dan dijadikan sebagai tempat tidur sementara bagi para korban.
Sebagian besar korban mengalami kejang dengan mulut mengeluarkan busa. “Bahkan ada yang langsung diare,” lanjutnya.
Untuk memastikan penyebab keracunan, menurut Markus, pihaknya telah mengambil sampel urin dan feses para korban untuk diteliti di laboratorium. oz
Editor : jps